Ragam Atraksi Wisata Akan Terus Ditambah

Ragam Atraksi Wisata Akan Terus DitambahSalah satu atraksi yang ada di sekitar Kawasan Otoritatif BOB yakni jelajah menggunakan kendaraan off road, Loano, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (14/8)./ Ist. - BOB
16 Agustus 2019 11:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, PURWOREJO—Potensi wisata yang sangat besar di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus bisa dikelola dengan baik. Penambahan ragam atraksi pun mutlak perlu agar wisatawan memiliki banyak pilihan sehingga bisa menambah lama tinggal mereka. 

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita mengatakan BOB mengelola kawasan otoritatif berupa kawasan pariwisata seluas 309 hektare. Selain itu, BOB juga memiliki tugas koordinatif untuk destinasi pariwisata nasional Borobudur-Jogja dan sekitarnya, destinasi pariwisata nasional Solo–Sangiran dan sekitarnya, dan destinasi pariwisata nasional Semarang–Karimun Jawa dan sekitarnya.

Saat ini, BOB telah membangun area pencontohan berupa Glamorous Camping De'Loano di Kecamatan Loano, Purworejo, Jawa Tengah. Keberadaan glamping ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan wisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

"Untuk terus mengembangkan, diperlukan atraksi yang beraneka ragam. Bikin atraksi harus berstandar internasiobal agar bisa dipasarkan ke dua. Misalnya off road, harus meningkat standarnya, dengan safety yang baik sehingga bisa dipasarkan untuk pasar internasional," kata dia di Glamping De'Loano, Rabu (14/8) malam.

Ia menjelaskan atraksi merupakan kegiatan nontidur. Berarti para tamu melakukan kegiatan baik di dalam destinasi maupun di luar. "Kita selalu berusaha agar lingkungan luar merasa terangkul. Kita keliling dan ada rumah penduduk yang ada keunggulan misal ada yang bikin gula aren. Itu harus dijaga. Jangan sampai jadi modern. Proses pembuatan tetap tradisional, termasuk kearifan lokal lain misal permainan anak-anak," terang dia.

Kemudian, BOB juga aktif mencari rumah tradisional yang bersih. Fasilitas yang ada misal toilet akan diperbaiki sehingga berstandar internasional dan ketika ada wisatawan mancanegara yang datang, mereka akan merasa nyaman.

"Di sekitar glamping ini juga ada homestay. Kami rangkul juga. Untuk makanan juga kami kerja sama dengan penduduk. Tetapi kami beri standar kualitas termasuk rasa, kebersihan, dan bentuk. Harus bikin standar yang baik. Potensi makanan tradisional banyak di sini," terang dia.

Indah mengungkapkan fasilitas akan terus ditambah. Akan dibangun pula pameran nomadic amenities seperti rumah pohon dan home pot. BOB juga bekerja sama dengan Fakultas Biologi, UGM untuk meneliti flora yang ada di kawasan otoritatif BOB. "Ada anggrek khas Menoreh. Akan dibudidayakan. Akhir september jadi bibit yang sudah diproduksi. Akan ada greenhouse yang bisa produksi anggrek khas Menoreh," terang dia. 

Jip Off Road

Salah satu atraksi yang ditawarkan yakni menjelajah off road menggunakan jip. Ada pilihan rute pendek, sedang, dan panjang. Para tamu akan diajak menguji adrenalin melewati rute-rute yang sulit dan menantang.

Salah satu driver off road Nurkito atau yang lebih dikenal dengan nama Kicot menjelaskan untuk rute panjang, para tamu akan diajak menjelajah sejauh sekitar 8 kilometer (km) trek off road. Untuk menempuh jarak tersebut diperlukan waktu hingga tiga jam.

Ada titik-titik menantang yang akan dilewati yakni tanjakan tujuh (atas glamping), tanjakan kukusan, turunan pasrah, roller coaster, spot foto batu, tikungan tujuh bendungan, turunan suren, turunan batu Lemongso, dan turunan petilasan Pangeran Benowo.

"Dengan adanya pengembangan wisata, membantu kami juga. Setiap minggu pasti ada tamu yang ingin diantar menjelajah off road. Kami juga mengutamakan keamanan. Setiap satu bulan sekali, pihak IOF mengecek kendaraan yang kami gunakan," kata dia. (*