BOB Dongkrak Potensi SDM De’Loano

BOB Dongkrak Potensi SDM De’LoanoMenteri Pariwisata Arief Yahya (tengah pegang mikrofon) dalam jumpa pers di Glamping De'Loano, Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (22/8)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
02 September 2019 08:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Otorita Borobudur (BOB) telah membangun area percontohan Glamorous Camping (Glamping) De'Loano di Kecamatan Loano, Purworejo, Jawa Tengah. Keberadaan glamping ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan wisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB Bisma Jatmika, mengatakan untuk terus mengembangkan diperlukan atraksi yang beraneka ragam dengan standar internasional.  Atraksi merupakan kegiatan nontidur. Wisatawan akan melakukan kegiatan baik di dalam destinasi maupun di luar. 

“Untuk itu kami selalu berusaha agar lingkungan luar merasa terangkul. Kami dorong masyarakat untuk selalu menjaga kualitas produksi lokalnya seperti pembuatan gula aren, agar proses pembuatan tetap tradisional, tetapi kebersihan tetap terjaga,” kata Bisma, melalui siaran pers, Minggu (1/9). 

Guna meningkatkan kemampuan dan wawasan masyrakat di sekitar zona otoritatif, BOB bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung menyelenggarakan pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan materti Pengelolaan Pameran dan Pengolahan serta Penyajian Kopi.

Kegitan pelatihan sumber daya manusia (SDM) ini bertujuan memaksimalkan potensi wisata yang terdapat di zona otoritatif. Dengan pelatihan Pengelolaan Pameran, diharapkan masyarakat desa sekitar zona otoritatif mampu mempromosikan produk -produk lokal yang menjadi ciri khas desanya misalnya, kopi, madu, gula semut, teh, keripik, dan lain sebagainya. Materi yang dibahas dalam pengelolaan pameran adalah, tahapan perencanaan penyelenggaran pameran, studi kasus penyelenggaraan pameran dan K3 dalam penyelenggaraan event.

Selain pelatihan pengelolaan pameran, juga akan diadakan pelatihan pengolahan serta penyajian kopi. Diharapkan dengan pelatihan ini masyarakat desa sekitar zona otoritatif lebih kreatif mengolah, mengemas dan menyajikan kopi untuk meningkatkan atraksi wisata di desa sekitar. Materi yang disajikan dalam pelatihan ini tentang, pengetahuan usaha makanan dan minuman, penanganan peralatan berdasar K3, pelayanan prima, dan penyajian kopi yang baik.

Narasumber dalam pelatihan ini yaitu, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Faisal, lalu Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Konvensi, Marsianus Raga; Sekretaris Program Studi Manajemen Tata Hidangan, Hanna Daniati dan Nandang Suhada.

Selain kegiatan pelatihan SDM, BOB juga mengadakan Talk Show Borobudur Highland Kopi sebagai salah satu komoditas pendukung peningkatan kualitas atraksi pada destinasi pariwisata. “Tujuan talk show ini membahas, menginformasikan masyarakat dan mempromosikan destinasi pariwisata, khususnya di wilayah perbukitan Menoreh dengan menggangkat kopi sebagai salah satu daya tarik wisata. Narasumbernya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Andri dari Komunitas Kopi Nusantara Chapter Yogyakarta,” ujarnya.

Guna mempublikaskan Glamping DeLoano, BOB juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo mengadakan lukis bersama di Glamping DeLoano. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah Purworejo International Art Camp 2019. Kegiatan ini diikuti seniman-seniman internasional dan seniman Indonesia sebanyak 30 orang. Seniman-seniman ini diajak untuk bisa mengabadikan Purworejo dalam sebuah lukisan.