AP I Salurkan Pinjaman Kemitraan Rp605 Juta, Bagaimana Cara Mengakses?

AP I Salurkan Pinjaman Kemitraan Rp605 Juta, Bagaimana Cara Mengakses?Shared Service Senior Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Zulfikar Noor (kedua kiri) secara simbolis menyerahkan bantuan pinjaman kemitraan di Gedung AP I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Sleman, Kamis (26/12)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
27 Desember 2019 07:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Jogja kembali menyalurkan pinjaman kemitraan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di DIY. Pada tahap VI/2019, dana yang disalurkan sebesar Rp605 juta. 

CSR Manager PT AP I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Ike Yutiane mengungkapkan dana sebesar Rp605 juta tersebut disalurkan untuk 14 mitra binaan dengan besaran pinjaman masing-masing UMKM bervariasi. "Dari usulan Rp950 juta untuk 17 mitra binaan, yang disetujui kantor pusat Rp605 juta untuk 14 mitra binaan. Sebanyak tiga mitra binaan lainnya masih ditunda karena ketersediaan dana," kata dia di sela penyerahan bantuan pinjaman kemitraan corporate social responsibility (CSR) di Gedung AP I Bandara Internasional Adisutjipto Jogja, Sleman, Kamis (26/12).

Ia menyebutkan sampai saat ini PT AP I Bandara Internasional Adisutjipto Jogja telah menyalurkan bantuan pinjaman sebesar Rp2,360 miliar kepada 52 mitra binaan. UMKM yang menjadi mitra binaan telah lolos verifikasi dari proses survei dan evaluasi yang dilakukan tim CSR terhadap proposal pinjaman dari UMKM calon mitra binaan.

"Bunga pinjaman sebesar tiga persen per tahun menurun. Bagi mitra binaan yang baru pertama kali memperoleh pinjaman akan diberikan grace periode atau tenggang waktu pembayaran selama satu bulan sehingga pembayaran angsuran pertama akan dilakukan pada 26 Februari 2020. Kebetulan 14 UMKM ini baru pertama kali menjadi mitra binaan," kata dia.

Selain bantuan pinjaman, PT AP I juga memberikan pembinaan berupa pelatihan manajemen usaha yang akan diberikan kepada seluruh mitra binaan, diutamakan mitra binaan baru dan belum pernah mendapatkan pelatihan serupa. Mitra binaan juga berkesempatan mendapatkan fasilitas pameran atau promosi. Mitra binaan yang bisa ikut pameran yang merupakan pilihan karena memiliki produk unggulan dan angsuran lancar. "Mitra binaan juga mendapatkan kesempatan pemagangan ke mitra binaan unggulan bandara lain untuk bertukar ilmu, pengalaman, dan wawasan," jelas dia.

 

Perekonomian Berkelanjutan

Shared Service Senior Manager PT AP I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Zulfikar Noor mengungkapkan melalui penyaluran bantuan pinjaman ini PT AP I ingin berperan membangun perekonomian berkelanjutan. "Kami ingin menjadi BUMN yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan masyarakat. Sejak 1993 sampai saat ini AP I selalu aktif melakukan program kemitraan dan bina lingkungan seiring misi CSR," terang dia.

Diharapkan para mitra binaan dapat menjadi pengusaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. "Diharapkan mereka bisa bankable dan menyerap tenaga kerja di sekitarnya. Kami harap dana yang didapatkan digunakan untuk kebutuhan usaha. Kelolalah dana itu dengan semaksimal mungkin," ujar dia.

General Manager PT AP I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta menyampaikan UMKM perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah sehingga menjadi usaha yang mandiri dan tangguh serta dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing. "Melalui program CSR kami hadir dengan program bantuan kemitraan guna mendukung dan membina masyarakat baik yang berada di area dan luar wilayah lingkungan bandara agar tetap dapat merasakan manfaat dari kehadiran bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero),” kata dia.

Sementara, pada pengujung 2019, tercatat realisasi penyaluran Dana Program Bina Lingkungan sampai dengan Desember 2019 sebesar Rp1.519.933.459. Rincingan penyaluran di sektor bencana alam, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan, sarana dan prasarana umum, sektor ibadah, dan sektor pengentasan kemiskinan.

Salah satu UMKM penerima bantuan pinjaman adalah Cokelat Makaryo. Salah satu pemilik usaha Cokelat Makaryo Rismiyati mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan pinjaman dengan bunga yang kecil. "Pinjaman ini akan kami manfaatkan untuk mengembangkan produk Cokelat Makaryo agar semakin besar," jelas dia.