Advertisement
Target Pertumbuhan Ekonomi DIY Bakal Direvisi, Jadi Berapa?
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus Covid-19 ini diyakini berdampak pada target pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia DIY pun akan metevisi target pertumbuhan ekonomi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengungkapkan Bank Indonesia telah berhitung mengenai koreksi target ekonomi. Namun, ia mengaku belum bisa mengeluarkan angka karena ada beberapa skenario.
Advertisement
"Pasti ada koreksi, tetapi angkanya belum bisa kami keluarkan karena ada beberapa skenario. Kita lihat dampaknya sebesar apa pada sektor ekonomi di DIY misalnya di dunia usaha, wisata, kerajinan, dan MICE. Turunnya sebesar apa," kata dia, Selasa (17/3).
Hilman mengungkapkan BI tengah menggodok formula rekomendasi untuk disampaikan ke Pemda DIY. Rekomendasi itu terkait upaya penanganan dampak Covid-19 terhadap perekonomian DIY.
Pengaruh kasus Covid-19 terhadap ekonomi di DIY akan dilihat dahulu sektor mana saja yang terpengaruh. Pada umumnya ia melihat tujuan ekspor DIY bukan ke Tiongkok, tetapi ke negara Jepang, negara di Amerika dan Eropa.
Namun, DIY tetap harus mewaspadai dampak rambatan yang tidak langsung terutama jika negara tujuan ekspor juga memiliki hubungan dagang dengan Tiongkok. Ketika negara tersebut mengalami penurunan permintaan, maka akan berpengaruh pada perekonomian DIY.
"Semoga kondisi DIY bisa lebih baik daripada global dan nasional. Dan semoga koreksinya tidak setajam koreksi nasional. Pada 2019 kita tumbuh 6,6 persen, sedangkan pada 2020 awalnya kita target 5,8 persen. Untuk revisinya sedang kami hitung," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BMKG: Beberapa Lokasi Wisata DIY Diprediksi Hujan Ringan pada Minggu
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- Bank Indonesia: Ekonomi DIY 2026 Diproyeksi Tumbuh hingga 5,7 Persen
- BEI Yogyakarta Apresiasi 7 Galeri Investasi Terbaik 2025
- Jerman Diprediksi Tumbuh Tipis, IMF Ingatkan Butuh Reformasi Besar
- Emas Antam, UBS, Galeri24 Sama-Sama Naik di Akhir Pekan
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp55.250 per Kilogram
- Harga Properti Rp500 Juta ke Bawah di Jogja Turun hingga 30 Persen
Advertisement
Advertisement



