Ini Cara Olifant Membikin Asyik Belajar Daring

Ini Cara Olifant Membikin Asyik Belajar DaringTangkapan layar saat siswa Olifant School bereksperimen dalam program GENECS, belum lama ini. - Istimewa/Olifant School
10 Februari 2021 17:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Belajar seru dan asyik dengan tema yang dekat dengan remaja menjadi salah satu kunci untuk menambah semangat para siswa. Walaupun dalam bentuk virtual (online learning), kegiatan pembelajaran harus tetap dapat memfasilitasi kreativitas serta memberikan kesempatan bagi para siswa untuk tetap melakukan berbagai eksperimen ataupun proyek menarik bagi mereka.

Principal of Olifant High School, Puspita Dewi mengatakan General Enhance National Education Curriculum Support (GENECS) merupakan signature program (program khas) Olifant School khususnya untuk jenjang sekolah menengah (Olifant High School). Program itu dirancang khusus untuk mengintegrasikan beberapa mata pelajaran berbasis Kurikulum Cambridge untuk mendukung aplikasi dari berbagai mata pelajaran nasional.

“Dalam GENECS, siswa berkesempatan keluasan dalam belajar. Mereka dapat mengatur waktu, dan cara kerja mereka sesuai dengan keinginan. Guru hanya memberikan beberapa kasus yang perlu diselesaikan dan dikerjakan oleh para siswa dengan cara berkelompok,” ucap Puspita melalui siaran pers, Rabu (10/2/2021).

Melalui GENECS, kata dia, selain pengembangan kedalaman berpikir dengan penerapan prinsip solo-taksonomi, siswa juga berkesempatan mengembangkan berbagai life skills sesuai dengan Roadmap Sociopreneur.

Beberapa keterampilan yang dikembangkan antara lain kreativitas, kemampuan kolaborasi, kemampuan komunikasi, keberanian mengambil keputusan dan resiko, kemampuan persuasi dan berbagai kecakapan serta keterampilan hidup lainnya.

Puspita menjelaskan, kali GENECS digelar dengan mengambil tema Harry Potter Architectural. Kali ini siswa mendapatkan tantangan mengelola sebuah perusahaan kontraktor yang bertugas untuk membangun sebuah kastil untuk klien dengan menerapkan prinsip integrasi pembelajaran Math & Science yang sudah dipelajari pada periode bulan ini.

Mereka perlu merancang eksterior dari sebuah kastil yang akan dipresentasikan pada calon klien yang akan menggunakan kastil tersebut. “Arsitektur ini mengambil gaya arsitektur abad pertengahan, sehingga para siswa perlu riset dan berdiskusi untuk menentukan desain yang akan dibuat,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga bereksperimen dalam sesi Mysterious Liquid Alchemy. Sebelumnya para siswa sudah mendapatkan misi, bahan dan petunjuk yang digunakan dalam eksperimen untuk dipecahkan dan ditemukan hasil akhirnya. “Hasil eksperimen ini juga digunakan untuk mendukung rancang bangun kastil dan perencanaan yang akan diajukan kepada calon klien,” ucap Puspita.

Pada prinsipnya, kata dia, kegiatan yang dilakukan di Olifant School memang selalu mengedepankan kesinambungan dan memberikan pengalaman langsung melalui prinsip flip class. Sebelum pelaksanaan GENECS, para siswa sudah mendapatkan penugasan untuk membuat poster dengan tema Harry Potter. “Karya yang dihasilkan para siswa terlihat luar biasa. Mereka melakukan pemilihan kostum dan properti yang mendukung tema, melakukan sesi foto, membuat desain dan memublikasikannya.”