Tiga Operator Sepakat Beri Subsidi Kuota Internet untuk Pelajar

Tiga Operator Sepakat Beri Subsidi Kuota Internet untuk Pelajar Guru memberikan materi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
11 Juli 2021 12:57 WIB Leo Dwi Jatmiko Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Meski belum ada pembahasan, tiga operator seluler nasional menyatakan siap untuk terlibat kembali dalam program subsidi kuota internet bagi pelajar dan tenaga pengajar. Operator meyakini subsidi kuota internet mampu meringankan beban mereka di tengah hantaman Covid-19 yang makin keras.

SVP Head Corporate Communications PT Indosat Tbk. Steve Saerang mengatakan pemberian kuota belajar pada Maret - Mei 2021, sudah sesuai dengan desain dan tujuan awal program yakni untuk mendukung program Pembelajaran Jarak Jauh.

BACA JUGA : Operator dan Pemerintah Belum Capai Sepakat Terkait 

Dia mengatakan sampai dengan saat ini belum ada pembahasan lagi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk program lanjutan. Indosa berkomitmen untuk selalu mendukung program tersebut.

“Indosat Ooredoo berkomitmen untuk senantiasa mendukung program Pemerintah di tengah situasi yang sulit ini,” kata Steve kepada Bisnis, Minggu (11/7)

Sementara itu, Group Head Corporate Communications PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih mengatakan program subsidi kuota Internet berjalan cukup baik, meskipun ada beberapa kendala tapi bisa diselesaikan semuanya.

XL Axiata berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah untuk menyediakan kemudahan dan kelancaran aktifitas belajar bagi masyarakat.

“Masa depan pelajar akan menentukan masa depan bangsa ini karena itu proses belajar mengajar tidak boleh berhenti dalam situasi apapun,” kata Tri.

BACA JUGA : KPAI: Tak Semua Bantuan Kuota Dipakai Siswa 

Deputy CEO Mobility PT Smartfren Telecom Tbk. Sukaca Purwokardjono mengatakan bantuan Kuota Data Internet 2021 yang turut didukung oleh Smartfren, telah berhasil disalurkan dengan baik.

Penyaluran ini telah membuka peluang banyak pelajar dan pengajar di berbagai wilayah Indonesia, sehingga dapat menjalankan kegiatan belajar dan mengajar dari jarak jauh.

“Jika program Bantuan Kuota Data Internet kembali diperpanjang, tentu Smartfren siap mendukung penyalurannya ke seluruh pelajar dan pengajar,” kata Sukaca.

Sebelumnya, Kemendikbud sempat menyalurkan kembali bantuan subsidi kuota internet gratis kepada pelajar dan tenaga pengajar untuk periode Maret - Mei 2021. Pada Juni 2021, program tersebut berhenti. Ada wacana kelas tatap muka akan dibuka kembali pada Juli, sebelum akhirnya dibatalkan karena varian Delta mengganas dan menyebar luas di masyarakat.

Pada periode Maret - Mei 2021, peserta didik PAUD mendapat kuota umum sebesar 7GB, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapat kuota sebesar 10GB.

Kemudian pendidik PAUD dan pendidikan jenjang dasar dan menengah mendapat kuota sebesar 12GB. Terakhir, dosen dan mahasiswa mendapat kuota sebesar 15GB. Kuota yang diberikan adalah kuota umum, yang dapat digunakan untuk mengakses YouTube.

Kemudian, berdasarkan data verifikasi dan validasi nomor ponsel Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) per November 2020, jumlah peserta didik penerima bantuan subsidi kuota – dengan parameter nomor yang dimiliki sesuai dengan format nomor ponsel dan aktif – mencapai 34.085.658 peserta didik.

BACA JUGA : Pemberian Bantuan Kuota Internet bagi Siswa di Bantul

Berdasarkan data yang sama diketahui juga bahwa sebagian besar peserta didik menggunakan Telkomsel sebagai provider untuk mendukung proses belajar jarak jauh, tercatat peserta didik yang menggunkan Telkomsel sebanyak 17,08 juta nomor. Adapun pengguna Indosat, XL dan Axis masing-masing sebesar 6,01 juta, 2,61 juta dan 3,94 juta peserta didik.

Sementara itu, jumlah peserta didik yang menggunkana Tri dan Smartfren tercatat masing-masing sebanyak 3,74 juta dan 1,8 juta peserta didik.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia