Advertisement
Sepanjang 2022-2024, OJK Terima 4.298 Aduan soal DC Pinjol Sepanjang 2022-2024

Advertisement
Harianjogjacom, JAKARTA—Perilaku petugas penagihan atau debt collector di sektor pinjaman online (pinjol) menjadi salah satu pengaduan yang paling banyak diterima oleh Otoritas Jasa Keuangan selama Januari 2022–Januari 2024. OJK mencatat pengaduan yang masuk terkait layanan perilaku petugas penagihan pinjol mencapai 4.298 pengaduan pada periode tersebut.
Jenis pengaduan ini menjadi layanan bermasalah tertinggi yang masuk lima besar di sektor fintech P2P. Selain masalah perilaku petugas penagihan, OJK menemukan pengaduan terkait penipuan, seperti pembobolan rekening, skimming, phising, dan social engineering di sektor pinjaman online. Jumlahnya mencapai 907 pengaduan.
Advertisement
Baca Juga
Perusahaan Pinjol Jadi Sarana Cuci Uang? Begini Penjelasan Ekonom
Butuh Uang dan Mau Akses Pinjol? Baca Informasi Ini Dulu
Meski Sesuai Ketentuan, OJK DIY Wanti-wanti Risiko Bayar UKT dengan Pinjol
Kemudian diikuti dengan permasalahan kegagalan atau keterlambatan transaksi yang mencapai 495 pengaduan, permasalahan imbal hasil atau return sebanyak 361 pengaduan, dan permasalahan bunga, denda atau penalti yang tembus 290 pengaduan. Selain itu, OJK juga menemukan lima masalah produk di sektor fintech P2P. Perinciannya, sebanyak 7.525 pengaduan berkaitan dengan pinjaman online multiguna. Menyusul masalah pinjaman online produktif mencapai 1.948 pengaduan. Berikutnya, regulator turut menerima 4 pengaduan kredit atau pembiayaan modal kerja dan 3 pengaduan masing-masing terkait pembiayaan multiguna pembayaran angsuran dan penjaminan kredit atau pembiayaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- RI dan Amerika Serikat Perkuat Hubungan Diplomatik
- Gedung Putih Ungkap Alasan Rusia dan Korut Tak Kena Tarif Trump
- Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Naik Rp17.000
- Berikut Dampak Kebijakan Trump Terhadap Harga Emas dan Nilai Tukar Rupiah Menurut Pakar
- Pengamat: Rupiah Melemah Karena Perang Dagang AS
Advertisement

Dinas Pariwisata Gunungkidul Optimistis Target Kunjungan 130.000 Pengunjung di Libur Lebaran Bisa Terpenuhi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Okupansi Hotel Turun 20 Persen Saat Libur Lebaran 2025, PHRI DIY: Daya Beli Masyarakat Menurun Penyebabnya
- Alasan Donald Trump Terapkan Kebijakan Tarif Timbal Balik
- Arus Balik, KAI Daop 6 Yogyakarta Berangkatkan 28.319 Pelanggan
- Donald Trump Berlakukan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, TKDN Diduga Jadi Penyebab
- Pengamat: Rupiah Melemah Karena Perang Dagang AS
- Efek Kebijakan Tarif Timbal Balik Donald Trump, Ini Respons Uni Eropa Sampai Thailand
- Efek Kebijakan Tarif Timbal Balik Donald Trump, China Ancam Tindakan Balasan
Advertisement
Advertisement