Advertisement

Begini Proyeksi Inflasi Februari 2025 Menurut BI DIY

Anisatul Umah
Kamis, 27 Februari 2025 - 13:17 WIB
Arief Junianto
Begini Proyeksi Inflasi Februari 2025 Menurut BI DIY Inflasi / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Diskon tarif listrik menjadi salah satu penyebab DIY mengalami deflasi 0,35% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Januari 2025. Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyebut pengaruh diskon tarif listrik pada inflasi Februari 2025 akan menurun.

Kepala BI Perwakilan DIY, Ibrahim mengatakan pada Januari 2025 secara mtm terjadi deflasi karena dibandingkan dengan Desember 2024 yang tidak ada kebijakan diskon tarif. Kebijakan tersebut berlaku pada Januari 2025 dan Februari 2025, sehingga secara mtm kemungkinan di Februari 2025 pengaruhnya akan menurun. "Kan sudah dilakukan di Januari [diskon tarif listrik], jadi secara mtm stabil karena gak ada perubahan," tuturnya, Kamis (27/2/2025).

Advertisement

Akan tetapi secara tahunan (year-on-year/yoy) diperkirakan masih akan deflasi karena dibandingkan periode yang sama Februari 2024. Sebab di periode yang sama tahun lalu tidak ada diskon tarif listrik.

Lebih lanjut dia mencontohkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada September 2022 efeknya memudar dari waktu ke waktu. Sehingga pada September 2023 normal kembali. "Demikian juga secara yoy [efek diskon tarif] Januari 2026 akan hilang," lanjutnya.

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo mengatakan harga pangan di Februari 2025 ini cenderung stabil. Diskon tarif listrik juga masih berlaku bulan ini. Ia memperkirakan inflasi Februari 2025 tidak akan jauh berbeda dengan bulan sebelumnya.  

Sri menyebut meski pasokan untuk pangan masih banyak, namun di bulan depan dampaknya akan berbeda. Memasuki bulan puasa dan menjelang lebaran harga akan naik karena ada psikologi harga, bukan mekanisme pasar. Saat pedagang menaikkan harga, pembeli menerima kenaikan harga tersebut. "Saya rasa untuk mtm Februari enggak jauh beda dengan mtm Januari," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati menjelaskan komoditas listrik memberikan andil deflasi 1,25%, disusul tarif kereta api (KA) memberikan andil deflasi 0,02%, bawang merah, timun, dan angkutan antar kota masing-masing memberikan andil deflasi 0,01%.

Herum menjelaskan diskon 50% biaya listrik kepada pelanggan rumah dengan beban di bawah 2.200 VA pada Januari dan Februari 2025 punya andil besar. "Komoditas listrik pada konsumsi masyarakat di DIY cukup tinggi, sehingga Januari ini deflasi cukup dalam," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Hanya 15 Menit, Damkarmat Evakuasi Kaki Seorang Ibu yang Masuk Gorong-Gorong di Imogiri Bantul

Bantul
| Kamis, 27 Februari 2025, 19:07 WIB

Advertisement

alt

Sempat Ditutup Akibat Cuaca Ekstrem, Ranu Regulo di Kawasan Bromo Tengger Semeru Dibuka Kembali

Wisata
| Sabtu, 22 Februari 2025, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement