Nyeri Dada Seperti Ditusuk Bisa Jadi Tanda Robekan Aorta Mematikan
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Beras SPHP. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Bulog siap menyalurkan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke toko-toko ritel modern di seluruh Indonesia. Hal ini diutarakan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Rizal menyampaikan Bulog telah mendapat izin dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk dapat mengirim beras SPHP ke toko ritel untuk mengisi kekosongan stok.
"Sekarang dikasih izin, kami kirim ke mereka. Karena di Alfamart, Indomaret ini kan sekarang kosong barang, makanya kita masukkan dengan beras SPHP, supaya masyarakat jangan sampai tidak ada beras," ujar Rizal ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Rizal menjelaskan masing-masing ritel dapat langsung mengajukan permintaan untuk pasokan SPHP kepada distributor atau distribution center (DC) di tiap wilayah, kemudian dilanjutkan ke Bulog daerah.
Menurutnya, saat ini sudah ada permintaan dari seluruh ritel di Indonesia yang meminta pasokan beras SPHP. "Kalau seluruh Indonesia sudah masuk. Alhamdulillah, semenjak 3-4 hari ini sudah masuk semua," katanya.
Lebih lanjut, Rizal menyebut Bulog belum bisa memperkirakan berapa jumlah beras yang disalurkan kepada ritel. Menurutnya, hal tersebut tergantung dengan kebutuhan tiap ritel.
BACA JUGA: Pengamen Malioboro Bakal Ditertibkan Menjelang Persiapan HUT Kota Jogja
Kehadiran Bulog untuk memasok beras SPHP, kata Rizal, merupakan sebuah bukti bahwa pemerintah hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Karena kami melihat kondisi seperti itu, dan mereka kan juga butuh jual beras. Kita dorong gitu. Intinya pemerintah hadir untuk rakyat," katanya.
Sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut pemerintah segera menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk mengisi kekosongan stok beras di toko ritel modern.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (Dirjen PKTN) Kemendag Moga Simatupang di Jakarta, Rabu (6/8/2025), mengatakan berdasarkan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko pangan) telah diputuskan penyaluran beras SPHP dilakukan pada 17 Juli sampai dengan 31 Desember 2025.
Moga mengatakan Kemendag telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog dan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) bahwa pendistribusian beras SPHP akan dilakukan secepatnya, khususnya pada ritel modern.
Lebih lanjut, ia mengatakan telah memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman, meski diterpa isu beras oplosan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.