Pasar Sentul, Pusatnya Jagung Segar di Jogja

Pasar Sentul, Pusatnya Jagung Segar di JogjaPara pedagang Pasar Sentul berjualan di trotoar sepanjang Jalan Sultan Agung, Jogja, Selasa (10/7). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
11 Juli 2018 07:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pasar tradisional yang letaknya berdekatan dengan Pura Pakualaman ini terkenal sebagai sentra jagung mentah di Jogja. Saat momen malam Tahun Baru, Pasar Sentul akan dipenuhi dengan para penjual jagung mentah hingga meluber ke jalanan. Para pedagang biasanya akan menggelar dagangannya di sepanjang trotoar hingga perempatan SPBU Kusumanegara. Mereka akan menjajakan berkarung-karung jagung mentah segar dengan kulit berwarna hijau sepanjang jalan. 

Salah satu pedagang, Sunarti mengaku menjelang tahun baru biasanya para pedagang akan berjualan jagung mentah. Tak hanya pedagang yang sehari-hari berjualan di pasar tetapi juga pedagang musiman yang hanya ada saat pasaran tengah ramai. Pasalnya, saat ramai, keuntungan berjualan jagung mentah cukup menggiurkan hingga mencapai jutaan rupiah. "Memang bermacam-macam keuntungannya ya tetapi rata-rata sampai jutaan," katanya, Selasa (10/7). 

Tak tanggung-tanggung, pedagang biasanya menyiapkan stok hingga puluhan ribu jagung siap jual. Namun pada hari-hari biasa, Sunarti menyebut para pedagang tetap berjualan kebutuhan sehari-hari. Seperti buah dan sayur, sembako, ikan dan daging, jajanan tradisional, pakaian, juga rempah-rempah dan bumbu dapur. 

Meski secara resmi pasar ini buka setiap hari dari pukul 05.00–14.00 WIB, pedagang biasanya menggelar lapak sayur mayur pukul 03.00 WIB. Uniknya mereka akan memadati sepanjang Jalan Sultan Agung mulai dari depan pasar hingga mengelilingi SPBU Kusumanegara. Pemandangan transaksi jual beli di pinggir jalan, bukanlah hal yang aneh di sini. Meski berjualan di pinggir jalan, mereka nyaris tak pernah sepi pembeli. "Biasanya mulai kukutan jam 10.00 WIB," tutur Sunarti. Sedangkan bagi pedagang yang mempunyai kios, biasanya akan tutup pukul 12.00 WIB. 

Pasar tradisional ini merupakan salah satu pasar yang umurnya cukup tua. Diresmikan pada 22 Februari 1986, pasar seluas 3.816 meter persegi ini memiliki total hingga sekitar 570 pedagang tetap. Terdiri dari pedagang kios, los, dan juga lapak.