PLN Area Semarang Turut Promosikan Museum Listrik

PLN Area Semarang Turut Promosikan Museum ListrikPLN Area Semarang turut serta dalam mempromosikan Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB) milik PLN yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. - Ist/PLN Area Semarang
19 Juli 2018 23:17 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--PLN Area Semarang turut serta dalam mempromosikan Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB) milik PLN yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Keikutsertaan ditunjukkan dengan turut hadir dalam acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan Unit MLEB di Dinas Pendidikan Kota Semarang. Dalam acara ini, PLN Area Semarang berpartisipasi sebagai narasumber untuk mempresentasikan tentang ketenagalistrikan di wilayah Kota Semarang.

Manajer PLN Area Semarang, Donny Adriansyah mengatakan acara yang dihadiri lebih dari 60 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Paguyuban Pelaku Wisata se-Kota Semarang ini bertujuan untuk mempromosikan MLEB.

Menurutnya selain ditujukan untuk hiburan, museum ini merupakan tempat wisata edukatif, kreatif, dan inovatif dengan berbagai macam informasi dan teknologi tentang ketenagalistrikan dan energi terbarukan.

Donny juga menjelaskan penggunaan energi listrik di Kota Semarang sudah tergolong produktif. Sebab kini komulatif konsumsi energi listrik di siang hari sebesar 545 MW sudah melebihi komulatif konsumsi energi listrik di malam hari sebesar 466 MW.

Hal itu disumbang oleh aktifitas pelanggan dari sektor bisnis dan Industri yang banyak beroperasi di siang hari. Kendati demikian, kondisi kelistrikan di Kota Semarang masih surplus daya sebesar 700 MW.

"Dengan surplus tersebut, para pelaku bisnis dan industri tidak perlu khawatir akan kurangnya pasokan listrik dalam menjalankan usahanya," katanya dalam rilis, Kamis (19/7/2018).

Terkait keandalan kelistrikan selama ujian dan penerimaan siswa baru, Donny menjamin tidak ada pemeliharaan jaringan yang membutuhkan pemadaman aliran listrik di sekolah-sekolah selama ujian dan penerimaan siswa baru berlangsung.

Selain itu juga mengotimalkan tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) untuk melakukan pemeliharaan jaringan di waktu tersebut.

Namun apabila terjadi padam aliran listrik akibat gangguan yang terpaksa menyebabkan terganggunya pasokan listrik, PLN akan sudah menyiapkan regu Pelayanan Teknik selama 24 jam untuk percepatan perbaikan agar gangguan segera teratasi.