ASN Jadi Target Potensial Tingkatkan Penetrasi Pasar Modal

ASN Jadi Target Potensial Tingkatkan Penetrasi Pasar ModalIlustrasi pasar modal. - Bisnis Indonesia/Dedi Gunawan
05 November 2018 06:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Inklusi keuangan di DIY secara umum baru mencapai 67%, sedangkan inklusi pasar modal baru sekitar 0,02%. Untuk meningkatkan inklusi pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat peluang itu dapat dibidik dengan meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada aparatur sipil negara (ASN).

"Karena kami melihat potensi di ASN ini sangat besar. Sayangnya, selama ini paradigma mereka [ASN] tentang investasi pasar modal itu masih ribet, modal harus besar dan belum tahu ke mana harus beli saham atau reksadana," ujar Kasubag Pengawasan Pasar Modal OJK DIY Fathy Parlaungan Harahap, Minggu (4/11).

Fathy mengungkapkan tahun ini OJK menargetkan edukasi dan sosialisasi investasi pasar modal kepada ASN. Upaya untuk membuka wawasan mereka dilakukan untuk menawarkan pilihan berinvestasi selain di perbankan dan produk jasa keuangan lainnya.

"Kami ingin membuka wawasan mereka, bahwa ada investasi selain di perbankan yang menawarkan pengembalian yang lebih menguntungkan. Untuk itu, kami selalu menggandeng Bursa Efek Indonesia [BEI] dan Danareksa untuk mengedukasi mereka, mudahnya membuka investasi di pasar modal," jelas Fathy.

Selama ini, BEI melalui program nasional pemerintah Yuk Nabung Saham, telah gencar dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang wahana investasi di pasar modal. Antara lain dengan dibukanya galeri-galeri investasi, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

Sementara OJK mencoba membidik dari sisi pegawai negeri sipil, yang dinilai potensinya masih besar dan belum tergarap optimal. Saat ini, inklusi keuangan di DIY kurang lebih mencapai 67%. Namun, inklusi keuangan di sektor pasar modal masih sangat segmented, sehingga nilai inklusinya baru sekitar 0,02%.

"Tentunya itu masih sangat sedikit dibandingkan perbankan maupun industri jasa keuangan lainnya. Padahal, dari segi perkembangan rekening efek, Jogja ini termasuk ranking ketiga secara nasional. Hanya pemahaman masyarakat akan pasar modal perlu didorong untuk lebih terbuka lagi," papar Fathy.

Kepala Kantor BEI DIY Irfan Noor Riza menyambut baik dan mendukung langkah OJK untuk menggiatkan edukasi investasi pasar modal di ranah ASN. Pasalnya, berdasarkan data yang dimiliki BEI DIY, jumlah ASN yang menjadi investor pasar modal masih sangat sedikit.

"Kami pernah memberikan edukasi pasar modal kepada ASN, ternyata sebagian besar dari mereka baru tahu kalau ada peluang investasi yang menawarkan keuntungan lebih besar ini. Sebagian dari mereka juga katanya terjebak oleh investasi bodong. Tentunya ini merupakan peluang yang baik untuk mengedukasi mereka, memberikan alternatif pilihan," jelas Irfan.