MUBENG BRING HARJO : Akhir Pekan Diprediksi Kembali Normal

MUBENG BRING HARJO : Akhir Pekan Diprediksi Kembali Normal
26 Februari 2014 21:48 WIB Mediani Dyah Natalia Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jelang dua pekan setelah hujan abu dari Gunung Kelud yang menyapu Jogja, jumlah kunjungan Pasar Beringharjo diperkirakan kembali normal akhir pekan ini. Angka normal yang dipatok Paguyuban Pasar Beringharjo adalah 60.000-90.000 orang per hari.

Ketua Paguyuban Pasar Beringharjo (Pager Harjo), Ujun Junaedi menuturkan keyakinan ini terlihat dari jumlah kunjungan Pasar Beringharjo pada akhir pekan lalu yang mencapai 40.000-50.000 orang.

Ada pun jumlah tersebut merupakan angka pengunjung pada hari kerja di situasi normal. Pada akhir pekan normal, jumlah kunjungan melonjak di kisaran 60.000-90.000 orang. Asal pengunjung pun dari berbagai daerah. Sementara 22 Februari-23 Februari 2014 pengujung mayoritas dari Jogja dan Magelang.

“Tetapi melihat kondisi dua minggu lalu saya rasa jumlah itu sudah baik. Dan besok Sabtu dan Minggu, saya rasa jumlah kunjungan dapat kembali normal,” papar dia kepada Harian Jogja, Rabu (26/2/2014).

Keyakinan ini, imbuhnya, tumbuh dari pembelajaran bencana selama ini. Baik saat gempa 2006 maupun erupsi Gunung Merapi 2010. Menurut dia esensi terpenting dalam menghadapi bencana ialah segera bangkit dan menghidupkan kembali situasi pasar.

Guna melayani pengunjung, seluruh pedagang Pasar Beringharjo telah membuka lapak masing-masing. Termasuk pedagang makanan yang tersebar di lantai kesatu hingga ketiga.

Pihaknya juga terus berusaha melakukan pembersihan di area tertentu untuk memberikan kenyamanan pengujung. Meski, imbuh dia, mayoritas kondisi Pasar Beringharjo telah bersih.

“Pembersihan masih dilakukan tetapi di sebagian kecil saja. Misal di pembatas Beringharjo timur dan tengah. Ada lubang di atas sehingga masih perlu dibersihkan,” jelasnya.

Pembersihan Pasar Beringharjo disebutnya tidak lepas dari sinergi pedagang bersama Dinas Pengelolaan Pasar Kota Jogja. Kemitraan ini diharapkan dapat terus terjalin untuk mengembalikan roda perekonomian Jogja.