Jalan Godean Rawan Kecelakaan, Bupati Sleman Perintahkan PJU dan Lubang Jalan Dicek
Jalan Godean Sleman menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Bupati Harda Kiswaya perintahkan pengecekan PJU, lubang jalan dan fasilitas keselamatan
ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (JIBI/Solopos/Dok.)
Kurs rupiah yang melemah dapat didorong dengan menggenjot ekspor.
Harianjogja.com, JOGJA- Melemahnya nilai tukar rupiah tidak melulu menjadi persoalan. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi peluang bagi pengusaha di DIY untuk melakukan ekspor barang ke sejumlah negara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY, Arief Budi Santoso mengatakan melemahnya nilai rupiah tidak berdampak negatif untuk perekonomian di DIY. Pasalnya, perekonomian DIY selama ini ditopang oleh sektor pariwisata, pertanian dan industri olahan.
"Dari sisi pariwisata dan pertanian dampak kenaikan dolar masih bisa dikendalikan, sedangkan industri olahan yang menggunakan bahan impor maka harga bahan bakunya naik," kata Arief, Kamis (19/3/2015).
Menyikapi kenaikan bahan baku impor ini, Arief mengatakan, tidak semua pelaku usaha serta merta menaikkan harga produk. Menurut dia, pelaku usaha hanya dapat mengurangi volume atau kuantitas produknya.
"Para pelaku usaha hanya akan menaikan harga apabila rupiah melemah dalam kurun waktu cukup panjang," ujarnya.
Dia menilai kenaikan bahan baku yang diimpor akan mendorong penggunaan bahan lokal sebagai subsitusi. Dia mencontohkan industri kerajinan kayu misalnya, saat ini cukup diuntungkan karena bahannya lokal.
Sedangkan bagi pelaku usaha yang menggunakan bahan impor dan dipasarkan di pasar lokal maka hal ini akan memberatkan pengusaha. Sementara, bagi pelaku usaha dengan bahan baku impor tetapi pasar ekspor masih diuntungkan dan berimbang.
"Saat ini, kenaikan harga masih ditahan dengan cara mengurangi volume produk. Ini dilakukan untuk menekan naiknya biaya operasional dan bahan bakunya. Berbeda jika kenaikan dolar berlangsung terus-menerus, tidak menutup kemungkinan memengaruhi kenaikan harga," tutur Arief.
Menurut dia tekanan terhadap harga terjadi pada beberapa komoditas yang sumbernya impor misalnya pakan ayam dan konsentrat sapi maka mendorong harga telur dan daging ayam naik. Harga komoditas bahan pokok makanan dimungkinkan naik akibat dolar menguat tetapi dampaknya untuk inflasi belum tentu.
"Saat ini yang harus dijaga adalah stabilitas perekonomian nasional karena harus menghindari namamya spekulasi. Spekulan tidak suka kalau kondisinya stabil, pemerintah sudah mengeluarkan paket-paket kebijakan ekonomi dan tidak mungkin di lepas begitu saja," ungkapnya.
Ketua III Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY ini mengungkapkan kenaikan dolar ini disebabkan wait and see kenaikan suku bunga Bank Sentral AS The Fed. Meskipun dolar makin menguat, kondisi perekonomian Indonesia masih kuat dimana inflasi masih terjaga dan cadangan devisa masih kuat. Selama ini pemanfaatan dolar sebagian besar untuk impor.
Defisit transaksi berjalan antara pendapatan ekpor dan pengeluaran impor untuk barang konsumsi yang menyebabkan defisit. Sekarang kondisinya mulai membaik karena berkurangnya impor konsumsi, sedangkan impor bahan baku sulit dihindari.
Menurut Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Dany Surya Sinaga, sampai saat ini kenaikan dollar terhadap rupiah belum berdampak pada lembaga keuangan di DIY. Menurutnya, hal itu terjadi karena unit usaha yang berkembang di DIY mayoritas masuk dalam ketagori UMKM. "Sampai saat ini [penguatan mata uang dolar] belum berdampak pada lembaga keuangan di DIY," tutup Dany.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Godean Sleman menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Bupati Harda Kiswaya perintahkan pengecekan PJU, lubang jalan dan fasilitas keselamatan
Polresta Jogja mendalami dugaan pungli food truck di Alkid, termasuk klaim permintaan jatah makan oleh anggota polisi dan tarif parkir jutaan rupiah.
DPRD Bantul menilai kinerja Perumda Aneka Dharma masih perlu didorong agar kontribusi terhadap PAD dan pengelolaan ITF Bawuran meningkat.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Logo Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menyimpan makna di balik warna ungu, emas, hijau serta huruf A dan N yang mewakili Asia, Aichi, dan Nagoya.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kondisi fiskal DIY masih aman hingga akhir 2026 meski pemerintah daerah harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerint