Advertisement

Angkat Potensi Stagen Moyudan lewat Sepatu Sneakers

Holy Kartika Nurwigati
Sabtu, 24 November 2018 - 10:30 WIB
Mediani Dyah Natalia
Angkat Potensi Stagen Moyudan lewat Sepatu Sneakers Pemilik Naray.co Adam Amrullah menunjukkan beberapa produk sepatu sneakers berbahan baku kain stagen saat ditemui di Grebeg UMKM di Gedung Wanitatama, Jumat (23/11). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Stagen biasanya digunakan perempuan untuk mengembalikan bentuk tubuh, khususnya di area perut setelah melahirkan. Kini fungsi stagen mulai digantikan korset yang lebih modern, sehingga kain tenun tradisional ini sudah sangat jarang dimanfaatkan. Melihat potensi stagen yang masih dibuat oleh sejumlah perajin di Kecamatan Moyudan, Sleman, Adam Amrullah mencoba mengubahnya menjadi produk yang lebih modis dan disukai anak muda seusianya.

Produksi stagen yang dikerjakan sejumlah perajin di Moyudan mulai menghadapi persaingan ketat dengan produk korset yang jauh lebih modern. Para perajin juga cukup bingung untuk memanfaatkan stagen yang dibuat, agar dapat lebih laku dipasarkan.

Tidak seperti kain lurik atau batik yang cenderung lebih mainstream dibuat sebagai produk fesyen, seperti baju. Kain stagen cenderung memiliki tekstur yang lebih kasar dan tebal, tentu saja jika dimanfaatkan sebagai baju, sangat kurang nyaman di kulit. Selain itu, ukuran lebarnya yang relatif kecil membuat kain ini sulit untuk dibuat sebagai baju atau produk lainnya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Kemudian saya melakukan riset mulai akhir 2017, lalu mencoba membuat sepatu sneakers. Karena saya pikir, sekarang ini anak muda sangat suka memakai sepatu sneakers," ujar Adam saat ditemui Harian Jogja di Grebeg UMKM yang digelar Bank Indonesia di Gedung Wanitatama, Jumat (23/11).

Tak sekadar menghadirkan inovasi produk yang bisa disukai anak muda. Adam juga mencoba memperkenalkan kain stagen sebagai salah satu kearifan lokal yang dimiliki Jogja, tak hanya kepada anak muda, tetapi juga kepada masyarakat umum, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Terlebih, kain stagen ini dibuat secara manual menggunakan alat tenun bukan mesin. Bahkan pengerjaan kain tersebut sebagian besar dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di Desa Moyudan. Kain tenun stagen diaplikasikan pada produk pouch dan sepatu sneakers yang dilabeli Adam dengan nama Naray. Nama tersebut diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti harapan.

"Untuk mengedukasi pasar, awalnya saya coba bikin prototipe lalu di-posting ke sosial media. Kami membuat semacam polling dan ternyata direspons sangat baik oleh pengguna sosial media," ungkap lulusan Akuntansi UGM itu.

Tak cukup dengan polling, Adam juga mulai mengedukasi warga dunia maya tentang stagen. Diakuinya tak banyak anak muda yang mengenal baik stagen, karena bagi masyarakat kain batik, tenun dan lurik jauh lebih familiar bagi mereka.

Kali pertama produksi, sebanyak 25 pasang sepatu sneakers kemudian ditawarkan ke salah satu marketplace lokal yang dimulai pada Mei 2018. Hingga akhirnya, Naray mulai mempromosikan aneka produknya melalui situs resminya www.naray.co, serta melalui Instagram @naray.co.

Advertisement

"Sekarang per bulan paling tidak produksi mencapai 50 pasang. Konsumen kami kebanyakan luar DIY, paling jauh Medan dan Makassar," imbuh Adam.

Produk lokal yang dibuat dari hasil kreasi tangan tanpa mesin ini diharapkan tak hanya dikenal di dalam negeri saja. From Moyudan to the World menjadi motivasi Adam agar produk lokal ini bisa juga masuk ke pasar global.

Pria muda kelahiran Jogja, 6 Maret 1990 ini berharap pelestarian kain stagen ini dapat terus dilakukan dan anak muda menjadi semakin mengenal potensi lokal tersebut. Produk sepatu sneakers Naray ini dipasarkan dengan harga kompetitif berkisar antara Rp320.000 sampai Rp360.000 per pasang.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Imperial Digital Printing, Jasa Percetakan Terlengkap di Jogja

Jogja
| Selasa, 27 September 2022, 22:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement