Tiket Lebaran KA dan Bus Laris Manis

Tiket Lebaran KA dan Bus Laris ManisIlustrasi kereta Lebaran. - JIBI
22 Maret 2019 08:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Meskipun Lebaran masih Juni 2019, tetapi penjualan tiket mudik Lebaran baik moda transportasi kereta api dan bus laris manis. Bahkan, tiket untuk beberapa hari sebelum Lebaran sudah ludes diborong penumpang. 

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Eko Budiyanto mengatakan tiket untuk keberangkatan H-10 hingga H+10 sudah habis terjual, kecuali tiket untuk keberangkatan 5-6 Juni 2019 atau pas hari H Lebaran. "Masih ada tiket yang tersisa, tetapi sedikit sekitar 20 persen," ujar dia kepada Harian Jogja ketika ditemui di Kantor PT KAI Daop 6, Jogja, Kamis (21/3).

Meskipun sudah ludes terjual, para penumpang masih memiliki kesempatan untuk membeli tiket Lebaran. PT KAI akan menyediakan KA tambahan yang tiketnya bisa dibeli mulai dari 60 hari sebelum keberangkatan.

"Peminat KA memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terbukti, meskipun kami mengadakan KA tambahan, tetap saja belum bisa mencukupi kebutuhan masyakarakat. Pasti ada yang tidak kebagian tiket. Kami memang terkendala keterbatasan KA yang bisa digunakan," kata dia.

Ia mengatakan jumlah KA tambahan dari tahun ke tahun selalu bertambah. Tahun ini ada tujuh KA tambahan untuk Lebaran, sedangkan tahun lalu ada enam KA tambahan. Volume penumpang juga selalu meningkat.

"Sebagai gambaran, ketika libur Natal dan Tahun Baru [Nataru] 2017/2018 volume penumpang 601.225 dan jumlahnya naik pada Nataru 2018/2019 menjadi 621.000 penumpang. Lebaran 2019 kami prediksi akan lebih banyak lagi karena masa posko Lebaran yang mencapai 22 hari. Volume penumpang mungkin sampai 750.000," ujar dia.

Ia juga memberikan gambaran kondisi penumpang saat puncak musim libur Lebaran. Ketika libur Nataru 2018/2019 saat puncak liburan, penumpang yang turun di wilayah Daop 6 mecapai 34.656 per hari dan jumlah penumpang yang naik mencapai 35.543 penumpang per hari.

"Dari stasiun di DIY, paling banyak lalu lintas penumpang di Stasiun Tugu. Saat puncak penumpang yang turun 14.269 penumpang per hari, kalau hari biasa sekitar 9.500-an penumpang. Jumlah penumpang naik per hari saat puncak 13.598 penumpang, sedangkan di hari biasa sekitar 9.000 penumpang," kata dia.

 

Tiket Bus Ludes

Hal serupa juga terjadi untuk penjualan tiket mudik Lebaran untuk moda transportasi bus. Ketua Organda DIY V Hantoro mengatakan penjualan tiket untuk keberangkatan H-10 Lebaran mulai dipesan. Sementara, tiket mulai H-7 Lebaran sudah ludes dijual.

"Selain pembelian untuk keperluan individu, saat ini juga sudah banyak pesanan untuk carter dari perusahaan-perusahaan yang menyediakan fasilitas mudik untuk karyawannya," kata dia.

Perusahaan yang memesan bus carter sudah banyak. Sampai saat ini 50% dari total kendaraan untuk carter yakni bus pariwisata sudah dipesan. Selain dipesan untuk fasilitas karyawan, bus juga laris dipesan untuk program mudik gratis dari pemerintah maupun perusahaan swasta.

"Total bus pariwisata yang ada di DIY yang bisa dicarter sekitar 400 unit. Separuhnya sudah dipesan. Perusahaan yang pesan misalnya pabrik sepatu, garmen," kata dia.

Bus-bus carter ini kebanyakan berangkat dari Cikarang dan Tangerang dengan tujuan beragam seperti DIY dan beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Klaten, Wonogiri, dan daerah lainnya. 

Ia mengatakan persiapan harus dilakukan perusahaan otobus (PO) agar stamina kendaraan dan sumber daya manusia bisa prima ketika melayani arus mudik. Ketika memasuki Ramadan, biasanya PO memasuki low season. Hal ini akan dimanfaatkan untuk pengecekan kondisi bus mulai dari mesin hingga bodi termasuk kelengkapan dokumen.

"Begitu juga untuk SDM (sumber daya manusia). Saat low season, mereka akan menjaga kondisinya dan tidak terlalu lelah sehingga ketika bertugas di arus mudik akan lebih fit. Kami juga mengadakan pemeriksaan kesehatan untuk para pengemudi dan awak bus," kata dia.