Libur Paskah Kerek Okupansi Hotel

Libur Paskah Kerek Okupansi HotelIlustrasi hotel. - TripAdvisor
15 April 2019 08:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Libur Hari Raya Paskah pekan ini diprediksi dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan hingga okupansi hotel. Kendati demikian, situasi ini dipengaruhi dengan situasi Pemilu 2019.

Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranawa Eryana menilai Pemilu 2019, libur panjang akhir pekan pada Hari Raya Jumat Agung dan okupansi penginapan saling berkaitan.

“Kuncinya Pemilu itu sendiri. Karena itu kami berharap Pemilu berjalan dengan aman dan damai agar peningkatan okupansi yang diharapkan tercapai atau paling tidak kestabilan okupansi kita terjaga,” ucap dia kepada Harian Jogja, Senin (15/4).

Deddy menyampaikan saat pelaksanaan Pemilu 2019, okupansi hotel terbilang sepi. Namun akhir pekan ini hingga awal Mei terlihat adanya kenaikan tingkat hunian kamar.

“Rabu (17/4) dan Kamis (18/4) sepi karena Pemilu, tetapi reservasi pada Sabtu (20/4) sampai Sabtu (4/5) [memasuki awal puasa] mulai ada kenaikan sekitar 20 persen. Dari total 20 persen tersebut, sekitar 40 persen untuk hotel nonbintang dan 60 persen hotel bintang. Namun kami berharap rata-rata okupansi baik hotel nonbintang dan bintang bisa mencapai angka 90 persen,” ucapnya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saat masuk Ramadan, tingkat okupansi akan menurun. Peningkatan baru terjadi empat hari jelang Lebaran.

Guna mengurangi tingkat okupansi yang rendah selama Ramadan, dia menuturkan sejumlah hotel memiliki kebijakan tersendiri. Misalnya dengan memberikan promo kamar hingga merilis sejumlah paket santap di hotel masing-masing.

 Tingkat Kereta

Peningkatan jumlah pengunjung ke DIY juga dirasakan PT KAI (persero). Setidaknya hal ini terlihat dari peningkatan reservasi untuk penumpang kereta api. “Di tanggal-tanggal favorit [akhir pekan] sudah full baik penumpang naik maupun turun,” ucap Manager Humas PT. KAI Daop 6, Eko Budiyanto.

Namun H-2 Pemilu 2019, Eko menilai belum ada peningkatan penumpang. Situasi yang sama terjadi di awal Ramadan. Namun pada pertengahan Ramadan, grafik penumpang kereta akan naik signifikan.