Perajin Batik Didorong Berinovasi

Perajin Batik Didorong BerinovasiSeorang pengunjung melihat batik thinting di Sanggar Budaya Singlon di Jalan Kawijo 17 Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Kamis (13/12/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
22 Mei 2019 07:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) akan menyelenggarakan Innovating Jogja 2019 untuk menjaring startup berbasis inovasi.

“Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan akan mampu menghasilkan wirausaha baru atau tenant pada bidang kerajinan atau batik yang mandiri dalam melanjutkan usahanya secara kontinu setelah dinyatakan siap untuk dilepas dari inkubator,” kata Kepala Seksi Alih Teknologi dan Inkubasi BBKB, Harnandito Paramadharma, Selasa (21/5).

Kegiatan ini sebagai pemantik inovasi produk kerajinan batik dari masyarakat, menjadi sarana pendukung komersialisasi hasil litbang BBKB, dan wujud pendampingan BBKB kepada pelaku industri agar mampu bertahan menjalankan usahanya.

Output dari kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk yang standar, mampu mengakses jaringan permodalan secara mandiri dan mampu membangun jaringan pemasaran bagi produk yang dihasilkan.

“Ruang lingkup inkubasi pada penumbuhan usaha berdasarkan inovasi pada bidang kerajinan atau batik dan penumbuhan usaha yang akan memproduksi hasil litbang BBKB yaitu kompor listrik batik tulis. Bagi yang berminat dapat mengirimkan proposalnya,” ucapnya.

Pengagas kampung batik siberkreasi di Desa Kepek, Wonosari, Guntur Susilo menilai kegiatan tersebut sangat baik. “Dengan kegiatan itu dapat memunculkan pembatik-pembatik profesional yang lebih tahu makna dan filosofi batik,” ucapnya.

Menurutnya, di era sekarang ini perajin batik mesti bersaing dengan kain printing bermotif batik, dengan harga yang lebih murah. Adanya kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan standar para pembatik.