Emas dan Tanah Masih Menjadi Primadona

Emas dan Tanah Masih Menjadi PrimadonaIlustrasi emas dan dolar. - JIBI
07 Agustus 2019 08:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Emas dan tanah dinilai masih menjadi pilihan terbanyak masyarakat di DIY dalam berinvestasi.

 “Kalau bicara investasi paling banyak emas perhiasan, tradisional. Gampang indikatornya dapat dilihat kalau masuk tahun ajaran baru biasanya mereka jual. Kalau mau Lebaran biasanya beli. Itu masih banyak,” kata Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY, Irfan Noor Riza, Selasa (6/8).

Selain emas, tanah atau properti masih menjadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi, karena harga tanah di DIY sangat menjanjikan. “Kalau yang terbatas [dana] mungkin larinya ke deposito reksadana, saham dan lainnya. Sesuai kantong mereka, Rp100.000 kalau bicara reksadana dan saham sudah bisa,” katanya.

Anak muda atau milenial sendiri dinilainya mulai mengarah ke investasi seperti saham, reksadana. Untuk investasi ke emas dikatakannya anak muda tidak begitu banyak.

Jika melihat data pasar modal pada Juni 2019 ini tercatat 42.790 investor, sekitar 30%-35% adalah anak-anak muda. Hal tersebut dapat diartikan anak muda mulai melirik wahana investasi pasar modal.

Guna mendorong masyarakat berinvestasi, BEI bekerja sama dengan kampus dengan membuka galeri BEI di kampus untuk mahasiswa atau masyarakat sekitar mencari informasi tentang pasar modal atau menjadi investor karena bisa membuka rekening di galeri itu.

Ke depan pihaknya mendorong agar masyarakat di desa-desa juga dapat berinvestasi dan teredukasi sehingga tidak ada lagi yang tertipu investasi bodong. Diharapkan pada akhir tahun nanti dapat terealisasi untuk menggandeng desa dan pasar yang ada di Gunungkidul untuk membuka galeri BEI.

Independent Financial Planner Finansialku.com, Widya Yuliarti mengatakan Finansialku juga melayani edukasi terkait investasi, dan dirasa saat ini banyak yang tertarik untuk mengikuti.

“Minat masyarakat tinggi mereka ingin sebuah investasi ingin mengamankan uangnya. Investasi di saham paling tinggi, biasanya anak muda zaman kuliah cowok lebih penasaran mulai investasi saham,” kata Widya.