Kulinerku Oke Dorong Industri Wisata

Kulinerku Oke Dorong Industri WisataKepala BBPOM DIY, Rustyawati (kedua kanan), Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaning Astutie (ketiga kanan) dan para narasumber saat peresmian aplikasi Kulinerku Oke, di UIN Sunan Kalijaga, Sleman Sabtu (28/9)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
01 Oktober 2019 07:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY turut mendukung industri pariwisata, khususnya wisata kuliner dengan peluncuran aplikasi Kulinerku Oke, di UIN Sunan Kalijaga, Sleman, Sabtu (28/9).

Kepala BBPOM DIY, Rustyawati mengatakan DIY menjadi salah satu daerah yang ditetapkan sebagai kawasan strategis wisata nasional, untuk mendukung wisata Borobudur. “Wisata DIY tidak lepas dari wisata kuliner. Untuk itu kami berusaha menopang wisata yang aman dan sehat, dengan peluncuran inovasi Kulinerku Oke,” kata Rustyawati.

Kulinerku Oke sebagai sistem jaminan keamanan terhadap produk pangan yang berbasis teknologi informasi (TI) dalam bentuk aplikasi  berupa aplikasi layanan tata kelola pendampingan UMKM kuliner secara digital yang menggambarkan mekanisme pengawasan, pembinaan atau pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah kepada pelaku usaha kuliner yang kemudian hasilnya bisa dilihat atau dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Dengan aplikasi ini, pelaku usaha kuliner bisa mendaftar untuk mendapatkan layanan pendampingan, dan masyarakat bisa melihat usaha kuliner yang telah mendapatkan pendampingan Balai BBPOM DIY dan Pemerintah Daerah.

Tujuan dari inovasi  adalah meningkatkan sikap, pengetahuan dan komitmen pelaku usaha di bidang kuliner untuk mengimplementasikan keamanan pangan, meningkatkan sikap, pengetahuan dan perilaku masyarakat untuk memilih kuliner yang aman dan sehat serta mensinergikan sektor terkait dalam usaha meningkatkan daya saing pelaku usaha pangan siap saji di DIY. “Diharapkan dengan inovasi ini, cakupan sertifikasi laik sehat yang selama ini baru tercapai sekitar 13 persen selama tiga tahun dapat ditingkatkan secara signifikan dan mampu menjangkau ke seluruh kuliner di DIY.  Goal akhir inovasi  adalah peningkatan daya saing UMKM kuliner khususnya produk khas Jogja seperti gudeg,” ujarnya.

Sekda DIY, Gatot Saptadi yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaning Astutie mengatakan memasuki era Revolusi Industri 4.0, ekspektasi masyarakat semakin tinggi berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi termasuk keamanan panganan berbasis teknologi. Oleh karenanya ia mengapresiasi aplikasi Kulinerku Oke yang baru saja dirilis. “Besar harapan kami mengikuti perkembangan itu. Masyarakat juga berharap sistem yang menjamin keamanan pangan berbasis teknologi informasi mulai dari pengajuan izin, proses sertifikasi, tracking tahapan proses sampai hasil sertifikasinya dapat dipantau masyarakat melalui sarana teknologi informasi,” ujarnya.

Pada acara peresmian aplikasi Kulinerku Oke dan Branding Gudeg juga dilaksanakan kegiatan talk show dengan tajuk Sinergisme Pemangku Kepentingan ABG (Academic-Business-Goverment), yang menghadirkan pembicara Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha (PMPU) Badan POM, Dewi Prawitasari, Kepala Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI, Satriyo Krido Wahono, Ketua PS S2 Teknologi Hasil Perkebunan, Supriyadi dan dari Stratup Coklat Ndalem, Meika Hazim.