Merespons Pandemi, Artotel Gelar Pameran Seni

Merespons Pandemi, Artotel Gelar Pameran SeniEko Codit an Alfin Agnuba saat jumpa pers pembukaan pameran bertajuk Kondimen, Selasa (1/9). - Istimewa/Artotel Yogyakarta
01 September 2020 18:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—

Eko Codit dan Alfin Agnuba merupakan lulusan ISI Jogja. Dalam setiap karyanya, keduanya menanamkan karakter sosial lokal masyarakat Jogja yang kuat sebagai konsep dan gagasannya.

Semakin banyak fenomena baru yang viral dan virtual, dianggap menjadi pengalihan yang positif dengan maksud saling mendukung di masa yang sulit. Salah satu yang sedang tren di sebagian besar individu seni yakni menjual jajanan atau makanan yang menjadi pilihan instan secara online.

Keadaan tersebut membuat Eko Codit menuangkan idenya dalam berkarya dengan menampilkan representasi visual tentang kudapan tradisional secara satir. Salah satunya karyanya yang berjudul Luwit Fitom merupakan permainan kata akan sebuah merek pakaian, namun yang dimaksud oleh Codit yakni Motif Tiwul.

“Karya ini merupakan rekaman peristiwa yang menggusur budaya tradisi atas pangan ke arah budaya modern dengan kudapan impor,” kata Eko, melalui siaran pers yang ditierima Harianjogja.com, Selasa (1/9/2020).

Sementara Alfin Agnuba bercerita tentang sebuah fenomena atas perayaan kenaikan harga pangan primer pada selebraasi agama setiap tahun yang tidak sebanding dengan nilai yang didapat oleh sumber daya manusia yang mengolahnya.

Art Director Artotel Group Windi Salomo mengatakan karya-karya yang dikemas secara satir atas konsumtif pangan, dihadirkan kembali dengan tujuan untuk menguatkan teman-teman agar tetap berjuang di masa pandemi. “ARTOTEL Yogyakarta akan selalu menyelenggarakan pameran seni yang terkait dengan situasi dan kondisi yang ada. Kami berharap para tamu hotel ataupun pengunjung dapat menikmati lukisan tersebut, untuk mendapatkan energi yang positif di situasi dan ketidakpastian akibat pandemi ini,” ucap dia.