Bank Sentral AS Pertahankan Suku Bunga Mendekati Nol

Bank Sentral AS Pertahankan Suku Bunga Mendekati NolIlustrasi suku bunga acuan / Freepik
17 September 2020 23:37 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, NEW YORK—Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (16/9/2020) waktu setempat (Kamis 17/9/2020 pagi WIB) mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di level terendah mendekati nol.

The Fed juga mengisyaratkan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga tersebut hingga setidaknya pada 2023.

Menurut Ketua The Fed Jerome Powell konferensi pers virtual Rabu sore (16/9/2020), setelah dua hari pertemuan penentuan kebijakan menyebut pemulihan kondisi ekonomi (pada masa pandemi Covid-19) telah berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan.

“Namun demikian aktivitas secara keseluruhan masih jauh di bawah level sebelum pandemi dan jalan di depan tetap sangat tidak pasti,” ujarnya.  

Sekitar setengah dari 22 juta pekerjaan yang hilang pada Maret dan April telah diperoleh kembali ketika banyak orang kembali bekerja, dan tingkat pengangguran tetap tinggi di 8,4% pada Agustus di Amerika Serikat.

Dia menambahkan, tingkat pengangguran kemungkinan 3% lebih tinggi dari data resmi, mengingat orang-orang yang salah diidentifikasi sebagai pekerja dan menurunnya partisipasi angkatan kerja.

Ke depan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pengaturan kebijakan The Fed, memproyeksikan tingkat pengangguran akan terus menurun, menurut proyeksi ekonomi terkini.

Proyeksi median untuk tingkat pengangguran adalah 7,6% pada akhir tahun ini, dan 4,0% pada akhir 2023. Angka tersebut masih di atas angka terendah historis 3,5% yang dialami negara itu sebelum pandemi Covid-19.

Sedangkan inflasi diperkirakan mencapai 1,2% pada akhir tahun ini, dan secara bertahap akan meningkat sebelum mencapai 2,0% pada akhir 2023.

 

Perjalanan Virus

Bank Sentral AS juga mencatat bahwa jalur ekonomi akan sangat bergantung pada perjalanan virus.

"Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan terus membebani aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat, dan menimbulkan risiko cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," kata The Fed dalam pernyataan FOMC terbaru.

Mengingat penilaian ini, FOMC memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 0 hingga 0,25%, tingkat yang belum berubah sejak Maret.

Komite memperkirakan akan tepat untuk mempertahankan kisaran target ini sampai kondisi pasar tenaga kerja mencapai tingkat yang konsisten dengan penilaian Komite atas lapangan kerja maksimum dan inflasi telah meningkat menjadi 2,0 persen dan berada di jalur yang cukup untuk melebihi 2,0 persen untuk beberapa waktu, menurut pernyataan.

Ketika diminta untuk menjelaskan secara spesifik tentang lonjakan inflasi, Powell mengatakan kepada wartawan sedang menahan dorongan untuk mencoba membuat semacam aturan atau formula di sini.

"Kami ingin mencapai inflasi yang rata-rata 2,0 persen dari waktu ke waktu. Dan jika kami melakukan itu, ekspektasi inflasi akan tepat pada 2,0 persen dan itu akan membantu kami mencapai inflasi 2,0 persen dari waktu ke waktu dan menghindari situasi di mana bank sentral kehilangan kemampuannya untuk mendukung perekonomian."

Powell juga mencatat bahwa lebih banyak dukungan fiskal mungkin diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi, karena tingkat pengangguran tetap tinggi, banyak usaha kecil sedang kesulitan, dan pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah berada dalam situasi keuangan yang mengerikan.

 

"Diperlukan beberapa saat untuk kembali ke tingkat aktivitas ekonomi dan lapangan kerja yang berlaku pada awal tahun ini, dan mungkin diperlukan dukungan lanjutan dari kebijakan moneter dan fiskal untuk mencapai itu," katanya.

Sumber : Antara