Auto2000: Avanza, Rush & Yaris Tak Peroleh Keringanan PPnBM

Auto2000: Avanza, Rush & Yaris Tak Peroleh Keringanan PPnBMGR Yaris. / - toyotagazooracing.com
23 Februari 2021 05:57 WIB Dionisio Damara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sesuai dengan kebijakan pemerintah, insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap kendaraan bermotor akan berlaku pada 1 Maret 2021, dengan diskon sebesar 100 persen untuk periode Maret – Mei.

Berdasarkan ketentuannya, mobil yang berhak mendapatkan diskon pajak mobil ini adalah mobil berpenggerak 4x2 dan sedan dengan mesin sampai dengan 1.500 cc, dan produksi dalam negeri dengan komponen minimal 70 persen.

Auto2000, dealer terbesar untuk merek Toyota, dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa ada sejumlah model yang akan mendapatkan diskon PPnBM, di antaranya Toyota Avanza, Rush, Yaris, dan Sienta.

BACA JUGA : Berapa Harga Mobil Avanza, Brio, Rush, Ertiga, Setelah Pajak

Adapun, model yang masuk dalam segmen low cost green car atau LCGC, seperti Toyota Agya dan Calya tidak akan mendapatkan keringanan karena PPnBm model tersebut sudah mencapai 0 persen.

“Sampai dengan rilis ini dipublikasikan, Auto2000 masih menunggu aturan teknis terkait informasi tersebut sehingga belum dapat menjabarkan kepastian tipe dan harga jual dari produk-produk yang nantinya memperoleh keringanan pajak,” tulis Auto2000.

Sementara itu, mobil-mobil Toyota yang dipastikan tidak mendapatkan diskon pajak antara lain Agya, Calya, Innova, Fortuner, Voxy, Hilux, Hiace, Alphard, dan Vellfire. Artinya, harga mobil-mobil itu tidak akan turun saat aturan diskon pajak dijalankan.

Tak hanya menguntungkan konsumen, relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) juga diyakini mampu meningkatkan aktivitas produksi industri otomotif sekaligus dapat menambah pemasukan bagi negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan relaksasi PPnBM diproyeksikan mampu meningkatkan produksi sektor otomotif hingga 81.752 unit.

BACA JUGA : Ini Bocoran Daftar Mobil yang Bebas PPnBM Bulan Depan

“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp1,62 triliun,” ujar Airlangga.

Menurutnya, pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya, sebab sektor ini berkaitan erat dengan industri pendukung lainnya. Sebut saja industri bahan baku yang memiliki kontribusi sekitar 59 persen.

“Industri pendukung otomotif sendiri menyumbang lebih dari 1,5 juta orang dan kontribusi PDB sebesar Rp700 triliun,” tuturnya.

Airlangga menyatakan relaksasi PPnBM dapat meningkatkan purchasing power dari masyarakat dan memacu perekonomian Tanah Air.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia