Advertisement

Gawat! Harga Roti hingga Mi Instan Bisa Mahal Gara-gara Rusia Vs Ukraina Nih

Wibi Pangestu Pratama
Senin, 28 Februari 2022 - 15:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Gawat! Harga Roti hingga Mi Instan Bisa Mahal Gara-gara Rusia Vs Ukraina Nih Ilustrasi tanaman gandum - Bisnis

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — PT Bahana Sekuritas menilai bahwa terdapat kemungkinan kenaikan harga roti, sereal, dan mi instan sebagai imbas dari konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina

Ekonom Bahana Sekuritas Putera Satria Sambijantoro, Rami Ramdana, dan Drewya Cinantyan menjelaskan bahwa Indonesia memiliki hubungan dagang yang cukup besar dengan Rusia dan Ukraina. Konflik saat ini bisa memengaruhi aktivitas perdagangan yang ada.

Indonesia merupakan importir utama dan terbesar gandum, yang berdasarkan data trademap.org volume impor gandum dan meslin selalu di atas 10 juta ton dalam kurun 2016 hingga 2020. Adapun, sepertiga impor gandum Indonesia berasal dari Ukraina.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Bahana memperkirakan konflik yang terjadi di Eropa Timur itu bisa berdampak terhadap pasokan dan harga gandum. Imbasnya, produk-produk dengan bahan dasar gandum di Indonesia bakal turut terdampak.

"Persiapkan jika harga roti, sereal, dan mi instan anda naik, atau ukurannya menjadi lebih kecil, seperti tempe atau tahu [yang terdampak oleh kenaikan harga kedelai]," tulis ketiganya dalam catatan resmi, dikutip pada Senin (28/2/2022).

Baca juga: Imbas Konflik Rusia-Ukraina, Indonesia Perlu Cari Pemasok Gandum Baru

Menurut Putera, Rami, dan Drewya, nilai impor gandum Indonesia dari Ukraina pada 2021 mencapai US$946 juta. Nilainya menjadi yang terbesar dari total impor komoditas HS10 yang mencapai US$3 miliar.

HS10 merupakan kode perdagangan untuk komoditas sereal, yang di antaranya gandum, jagung, beras, biji-bijian, dan sereal lainnya.

Selain gandum, minyak sawit atau crude palm oil (CPO) menjadi komoditas yang dapat terpengaruh oleh konflik di Eropa Timur. Rusia dan Ukraina tercatat mengandalkan pasokan CPO dari Indonesia.

Advertisement

"Tahun lalu, Indonesia mengekspor US$1,1 miliar minyak sawit ke Rusia dan Ukraina, menyumbang 3 persen dari ekspor CPO Indonesia [senilai US$32,8 miliar)," tulis ketiganya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Imperial Digital Printing, Jasa Percetakan Terlengkap di Jogja

Jogja
| Selasa, 27 September 2022, 22:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement