Advertisement

Pemkot Jogja Dorong Koperasi Konvensional Beralih ke Modern

Media Digital
Rabu, 20 Juli 2022 - 11:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pemkot Jogja Dorong Koperasi Konvensional Beralih ke Modern Penjabat Wali Kota Jogja memberikan tumpeng kepada Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo dalam rangkaian puncak Tasyakuran Hari Koperasi ke-75 di Balai Kota, Selasa (19/7/2022). - Harian Jogja/Sunartono. 

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja mendorong koperasi konvensional agar segera melakukan tranformasi ke modern dengan memanfaatkan teknologi. Saat ini ada sejumlah koperasi modern di Jogja yang menjadi percontohan untuk diduplikasi koperasi lain.

Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi mengatakan gerakan koperasi Indonesia memasuki usia yang matang sehingga diharapkan dapat menjawab tantangan zaman. HUT koperasi ke -75 kali ini mengangkat tema Transformasi Koperasi untuk Ekonomi Berkelanjutan. Tema ini menunjukkan semangat untuk bertransformasi dari citra model koperasi yang konvensional menjadi model baru profesional atau modern karena sudah menjadi tuntutan era saat ini yang terus berubah. Maka jika tidak ingin tertinggal oleh perubahan, koperasi harus berubah.

"Koperasi sebenarnya sudah berpengalaman dengan berbagai hal berkaitan dengan kepentingan anggota dengan segala usahanya. Hanya sekarang harus bertransformasi dengan kondisi zaman," katanya dalam Tasyakuran Hari Koperasi ke-75, Selasa (19/7/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Pemerintah telah menerbitkan PP terkait perlindungan terhadap koperasi dan UMKM, serta Peraturan Menteri memberikan peluang masyarakat membentuk koperasi melalui elaborasi berbagai pihak dengan beragam jenis anggota. Regulasi juga memberikan peluang kepada koperasi untuk bisa bergerak di berbagai sektor usaha yang diharapkan bisa tumbuh besar.

Baca juga: Zaman Terus Berkembang, Koperasi Wajib Adaptif dan Profesional

"Selain itu bisa koperasi juga memberikan dukungan kepada start up untuk berkembang melalui anak muda saat ini. Kami berharapnya koperasi ini bisa menyesuaikan berbagai jenis usahanya," katanya.

Tak kalah pentingnya tata kelola yang baik dengan memberikan perlindungan terhadap anggota dan penanganan mitigasi terhadap perkoperasian ketika berhadapan masalah.  Koperasi diharapkan bisa menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis adaptif dan akomodatif. Sehingga dapat menangkap berbagai peluang usaha serta mendapatkan kepercayaan publik yang salah melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Selain itu melalui teknologi menjadikan layanan kepada anggota menjadi lebih cepat dan aman.

Sumadi berharap semakin banyak kalangan milenial yang bergabung di koperasi. Sehingga dengan sentuhan anak muda yang lebih menguasai teknologi, koperasi diharapkan menjadi lebih baik dalam bertransformasi.

"Pemanfaatan teknologi ini bisa dilakukan di berbagai lini kegiatan koperasi pada aspek administrasi misalnya pendaftaran dan pendataan anggota bisa dilakukan secara online. Pencatatan transaksi juga bisa dilakukan lewat aplikasi serta memanfaatkan medsos, saya yakin semua anggota koperasi memiliki gadget, ini sebagai media promosi ampuh," katanya.

Advertisement

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo sepakat bahwa agar koperasi tidak ditinggalkan kalangan milenial maka harus melakukan transformasi ke arah digital. Sehingga perlu ada lompatan terkait perkoperasian di Kota Jogja. Di Kota Jogja saat ini sudah memiliki sejumlah model koperasi modern yang bisa dijadikan sebagai percontohan. Harapannya koperasi modern itu bisa diduplikasi oleh koperasi lain yang masih konvensional.

"Kami memiliki 364 koperasi memang tidak semuanya aktif yang bisa dipantau melalui RAT. Banyak mendengungkan transformasi modern tetapi masih terjebak di konvensional. Jadi ada empat hal permodelan, replikasi, pemantapan dan pengembangan," ujarnya.

Salah satu ciri koperasi modern sudah berbicara secara hulu dan hilir bisnis dan harus menjadi agregator dan akseletor para anggotanya yang dalam hal ini pelaku UMKM agar UMKM naik kelas. "Koperasi jika anggotanya siap diakselerasi jangan mengharapkan satu hal dalam hal ini bantuan atau hibah, koperasi modern harus siap dengan koneksi sumber pembiayaan non konvensional," ujarnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Peringatan BMKG: Waspada! Ada Siklon Tropis Noru di Pantai Selatan DIY

Jogja
| Jum'at, 30 September 2022, 06:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement