OJK: Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh 9,82 Persen di 2026
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Stok beras - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perum Bulog mengaku kesulitan memenuhi stok nasional dari luar negeri lantaran negara-negara di Eropa ikut-ikutan impor beras dengan harga yang lebih tinggi.
Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengungkapkan banyak negara yang sudah melakukan kontrak dengan Indonesia, tapi dalam perjalanannya dibatalkan lantaran ada negara lain yang menawarkan dengan harga yang lebih tinggi. Salah satu negara yang menawarkan dengan harga tinggi adalah Eropa.
Baca Juga: Stok Bulog DIY Aman Sampai Panen Awal Tahun Depan
Febby mengatakan adanya pembatasan ekspor gandum oleh sejumlah negara telah membuat Eropa mulai beralih ke beras. “Eropa belinya lebih tinggi daripada kita. Jangan jauh-jauh. Kita bicara Filipina, dia bisa membeli lebih tinggi daripada kita,” ungkap Febby dalam media briefing Pelayanan Publik dalam Kebijakan Perberasan Menjelang Tahun Pemilu 2024, Jumat (17/11/2023).
Kondisi ini, kata dia, menjadi salah satu penyebab sulitnya Indonesia untuk mendapatkan beras dari luar negeri. Di sisi lain, Perum Bulog juga kesulitan untuk mendapatkan beras dalam negeri. Bahkan, Febby menyebut Perum Bulog agak berebut dengan penggilingan-penggilingan padi untuk memenuhi stok nasional.
Baca Juga: Pemerintah Akan Impor Beras hingga 5 Juta Ton di 2024
Adapun saat ini, harga gabah kering panen (GKP) telah menyentuh Rp7.500 per kilogram. Jumlah tersebut jika dikonversi menjadi beras, harganya bisa di atas Rp12.000 per kilogram untuk beras medium, sedangkan untuk premium hampir sekitar Rp13.500-an per kilogram. Sementara, beras di gudang Bulog harus dijual sebesar Rp9.950 per kilogram.
“Awalnya memang dapat nih, di bawah Rp9.950 per kilogram bahkan. Tapi dengan kurs sekarang sudah Rp15.700 memang ada relaksasi dari pemerintah untuk pengadaan beras dari luar negeri,” jelasnya.
Baca Juga: Rencana Impor Beras 1 Juta Ton dari China Terancam Gagal
Sebagaimana diketahui, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menugaskan Perum Bulog untuk melakukan pengadaan beras dari luar negeri sebanyak 3,5 juta ton hingga akhir 2023. Adapun pengadaan beras impor ini salah satunya sebagai antisipasi terhadap penurunan produksi akibat dampak El Nino. “Impor tersebut juga untuk mengamankan stok CBP yang saat ini juga terus dinamis penyalurannya mengintervensi stabilitas beras di pasaran,” kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Curhatan wisatawan ditegur oknum fotografer di plang Malioboro viral. Dispar DIY memastikan wisatawan harus merasa aman dan nyaman saat berwisata.
PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan Raudi Akmal. Kuasa hukum menilai alat bukti penetapan tersangka belum memenuhi ketentuan hukum.
Kemendagri memetakan daerah yang berpotensi kesulitan membayar gaji ASN akibat pemangkasan dana transfer ke daerah dalam RAPBN 2026.
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso dituntut lima tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas yang merugikan negara Rp255 miliar.
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.