Sibakul Jogja Sport & Fest Targetkan Pelari Luar DIY Lewat Half Marathon 21K
Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 menambah nomor half marathon 21K. Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan pelari dari luar DIY.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Nano Prawoto memperkirakan inflasi DIY masih akan berlanjut di September 2024. Setelah sebelumnya pada Agustus 2024 terjadi inflasi 0,05% secara bulanan.
Menurutnya ada kemungkinan inflasi akan lebih tinggi dibandingkan Agustus 2024. Sebab efek permintaan barang sudah mulai terasa untuk antisipasi akhir tahun.
"Kalau September menurut saya masih ada inflasi tipis," ucapnya, Rabu (25/9/2024).
Ia menjelaskan tren inflasi di akhir tahun khususnya di DIY akan meningkat. Seiring dengan peningkatan permintaan barang dan jasa atau disebut dengan demand pull inflation.
Khususnya peningkatan permintaan sektor makanan dan jasa wisata, menyambut libur Natal dan Tahun Baru. Dan di awal 2025 pada Februari dan Maret, dilanjut momen puasa dan lebaran akan mendorong peningkatan inflasi.
"Inflasi mengalami peningkatan karena melonjaknya permintaan makan, sandang, jasa wisata, jasa akomodasi, wisata," lanjutnya.
Senada, Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo juga memprediksi pada September 2024 DIY akan kembali mengalami inflasi di range 0,05% - 0,15%.
Dia mengatakan beras masih akan jadi salah satu komoditas yang mendorong inflasi di DIY. Di sisi lain September ini mahasiswa DIY sudah mulai kuliah khususnya mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). Sehingga kemungkinan ada peningkatan demand.
"Beberapa komponen yang berkaitan dengan kuliah, SPP atau nanti biaya hidup mahasiswa akan sedikit terkerek," kata Sri.
BACA JUGA: Inflasi DIY Agustus 2024 Capai 0,05%, Harga Kopi Bubuk Jadi Salah Satu Pemicunya
Masa kampanye Pilkada yang sudah dimulai ada pengaruhnya juga meski diperkirakan pengaruh maksimalnya baru akan dirasakan pada Oktober. Permintaan untuk sound system hingga konsumsi akan meningkat.
Di satu sisi baik karana akan mendorong pertumbuhan ekonomi, di sisi lain juga akan mendorong inflasi. Tapi dia menyebut benefitnya akan lebih besar.
"Dugaan saya sampai akhir tahun akan merambat naik. DIY yang berat kalau akhir tahun di tiket, karena musim liburan."
Sebelumnya, pada Agustus 2024 DIY mengalami inflasi 0,05% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) terjadi inflasi 2,33%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 0,58%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan lima komoditas paling dominan mendorong inflasi Agustus 2024 secara bulanan adalah beras dengan andil 0,04%, kemudian bensin 0,04%, emas perhiasan 0,03%, cabai rawit 0,02%, dan kopi bubuk sebesar 0,02%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 menambah nomor half marathon 21K. Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan pelari dari luar DIY.
KPK menyatakan pemanggilan Nusron Wahid dalam kasus dugaan korupsi ATR/BPN bergantung pada kebutuhan penyidikan.
Nama di KTP salah ketik tidak selalu harus diperbaiki lewat pengadilan. Simak syarat, dokumen pembanding, dan cara mengurusnya di Dukcapil.
Samsung Display dikabarkan mendapat kontrak eksklusif tiga tahun untuk memasok panel OLED iPhone Duo dan generasi iPhone lipat Apple.
Pemerintah menemukan 25 dari 27 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai kadar klaim. Simak cara mengenali dan memastikan beras fortifikasi.
Persib menghadapi FC Seoul pada laga pembuka Grup E ACL Two 2026/2027. Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda absen, sementara Igor Tolic masih memantau kondisi pemain.