Advertisement
Menkeu Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan
Ilustrasi uang. - Bisnis/ Dwi Prasetya
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan perpanjangan masa penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di perbankan hingga September 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit tetap berlanjut.
Purbaya menjelaskan, dana pemerintah yang bersumber dari saldo anggaran lebih (SAL) akan langsung diperpanjang enam bulan setelah jatuh tempo pada 13 Maret 2026.
Advertisement
"Penempatan Rp200 triliun saat jatuh tempo nanti akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan. Jadi, bank tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar," ujar Purbaya dalam konferensi pers bertajuk APBN KiTa Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin. Evaluasi kebijakan ini akan dilakukan kembali pada September mendatang.
Sejak awal penempatan dana pada September 2025 hingga Januari 2026, kebijakan tersebut sudah turut menurunkan suku bunga deposito dan kredit. Suku bunga deposito tenor enam bulan turun menjadi 4,73 persen pada Januari 2026 dari 5,03 persen pada November 2025, sedangkan tenor tiga bulan turun menjadi 4,68 persen dari 4,71 persen. Sementara itu, suku bunga kredit turun menjadi 8,80 persen per Januari 2026, lebih rendah dibandingkan Januari 2025 yang berada di level 9,20 persen.
BACA JUGA
Purbaya menambahkan pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan kredit bekerja sama dengan Bank Indonesia. Pertumbuhan kredit tercatat 9,96 persen secara tahunan (yoy) pada Januari 2026, sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13,5 persen dan uang primer (M0) tumbuh 11,7 persen per Februari 2026.
"Komitmen koordinasi kebijakan yang disepakati dengan Bank Indonesia akan terus dijaga. Kami bertemu Gubernur BI Jumat pekan lalu untuk konsolidasi kebijakan," kata Purbaya. Ia berharap perekonomian Indonesia semakin menguat seiring hasil program prioritas pemerintah mulai terlihat, meningkatnya peran Danantara, dan bertambahnya aliran dana residen yang masuk ke Tanah Air.
Sebelumnya, pemerintah menempatkan total Rp276 triliun SAL ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan satu bank pembangunan daerah (BPD). Rinciannya: Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp80 triliun, BTN Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, dan Bank DKI Rp1 triliun. Dari total tersebut, Rp75 triliun telah ditarik kembali untuk mendukung belanja pemerintah pusat dan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Terpidana Mafia Tanah Kas Desa Gunungkidul Segera Dieksekusi
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- Kadin Minta Prabowo Batalkan Impor 105.000 Mobil Kopdes Merah Putih
- Harga Emas 2026 Diramal Tembus Rp4,2 Juta per Gram
- Harga Emas Antam Senin 23 Februari Naik Rp16.000 per Gram
- Uang Beredar M2 Januari 2026 Tembus Rp10.117,8 Triliun
- APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun
- Menkeu Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan
- Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Masih Sulit Tercapai
Advertisement
Advertisement






