Advertisement
Pertumbuhan Pasar Modal Lokal Geser Investor Asing, Ini Loh Penyebabnya
Kepala Kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Yogyakarta Irfan Noor Riza - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pertumbuhan kepemilikan saham oleh investor domestik di pasar modal Indonesia mulai menggeser penguasaan investor asing. Dampaknya, investor di daerah, terutama di DIY semakin menggeliat dengan pertumbuhan per Mei 2018 mencapai 35.992 investor.
Kepala Kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Yogyakarta Irfan Noor Riza mengatakan beberapa tahun sebelumnya, penguasaan investor asing terhadap saham di pasar modal Indonesia sangat besar. "Akan tetapi sekarang berbalik, investor asing sudah tidak lagi menguasai pasar modal Indonesia. Investor domestik sekarang lebih menguasai pasar modal Indonesia dengan persentase sekitar 51,38 persen," ujar Irfan di sela-sela acara buka bersama media di Horison Ultima Riss Hotel, Senin (11/6).
Advertisement
Irfan mengatakan pesatnya pertumbuhan investor pasar modal nasional, memberikan dampak positif terhadap perkembangan investor di daerah. Salah satunya di DIY, yang notabenenya sebagai kota pelajar, pertumbuhan investor di kota ini juga cukup pesat.
Sejak kali pertama masuk ke Jogja pada 2009 lalu, jumlah investor DIY terus bertumbuh. Gencarnya edukasi tentang investasi di pasar modal memberikan andil besar terhadap pemahaman masyarakat akan wahana investasi ini.
BACA JUGA
"Dulu pada 2009, jumlah investor DIY baru 900-an orang. Per Mei 2018 lalu, sudah mencapai 35.992 investor, dan pada periode sama di tahun sebelumnya, saat itu investor DIY baru sekitar 29.000 orang," kata Irfan.
Irfan menambahkan melihat data tersebut, pertumbuhan investor di DIY sangat signifikan. Jumlah investor yang ada saat ini menunjukkan, sudah lebih dari 10% penduduk DIY dari 3,4 juta jiwa, sudah mulai melek investasi di pasar modal.
Lebih lanjut Irfan menjelaskan ada berbagai aspek yang mendorong pertumbuhan investor di DIY. Di antaranya kesadaran masyarakat DIY untuk melek investasi sudah semakin tinggi, terutama untuk investasi di pasar modal. Peran serta perguruan tinggi yang telah memiliki galeri investasi kampus juga turut mendorong pertumbuhan investor di kota ini.
"Saat ini, sudah ada 35 galeri investasi yang sudah tersebar di kampus-kampus yang ada di DIY. Selain itu, di bawahnya galeri investasi kampus ini memiliki banyak galeri binaan, baik di sekolah menengah atas maupun di desa-desa. Jadi semakin banyak investor yang dicetak dengan keberadaan galeri-galeri investasi tersebut," kata Irfan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas 2026 Diramal Tembus Rp4,2 Juta per Gram
- Harga Emas Antam Senin 23 Februari Naik Rp16.000 per Gram
- Uang Beredar M2 Januari 2026 Tembus Rp10.117,8 Triliun
- APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun
- Menkeu Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan
- Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Masih Sulit Tercapai
- Tarif Trump Dibatalkan, Pemerintah AS Tegaskan Perjanjian Dagang Tetap
Advertisement
Advertisement








