DIRUT PESONNA INDONESIA JAYA : Kualitas Pelayanan dan SDM Jadi Nomor 1

DIRUT PESONNA INDONESIA JAYA : Kualitas Pelayanan dan SDM Jadi Nomor 1Renny Soviahani. - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
14 Juni 2018 09:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Memimpin sebuah perusahaan yang bergerak di bisnis perhotelan adalah pengalaman pertama Renny Soviahani. Bagi Direktur Utama Pesonna Indonesia Jaya ini sumber daya manusia merupakan aset nomer satu. Menurutnya, perusahaan lokal tidak perlu seorang manajer warga negara asing, tetapi cukup seorang manajer lokal yang kaya pengalaman bekerja dengan orang asing.

Lima tahun lalu, PT Pegadaian (Persero) merintis sebuah lini usaha baru dalam rangka mengoptimalisasi aset. Rencana, 24 hotel di bawah pengelolaan perusahaan BUMN ini akan dikembangkan di sejumlah kota di Indonesia. Dalam perjalanannya, peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) tentang larangan penyelenggaraan rapat di hotel membuat Pegadaian hanya mengembangkan sembilan hotel, dua hotel di antaranya berada di Jogja.

Renny yang memiliki pengalaman di sektor properti direkrut untuk memimpin sembilan hotel tersebut. Sebagai pemain baru tentu banyak tantangan yang dihadapi perempuan kelahiran Bandung, 9 Januari 1969 ini.

"Saya mengamati beberapa hotel yang berkembang di Indonesia, terutama hotel lokal. Salah satunya hotel lokal yang cukup besar di Jakarta. Meski hotel lokal, tetapi saya merasakan berada di hotel bintang international chain. Saya penasaran, apa yang membuat hotel itu bisa dikelola sebaik ini," ujar Renny saat ditemui beberapa waktu lalu.

Sejak saat itu, dia memahami hotel lokal tersebut dikelola secara profesional oleh sejumlah orang asing. Namun, Renny mencoba mengambil sisi yang berbeda untuk sembilan hotel baru yang dihadirkan sebuah perusahaan BUMN nasional.

Menggandeng salah satu konsultan yang biasa menangani perekrutan karyawan hotel, Renny menetapkan standar untuk memilih general manager yang dipersiapkan untuk memimpin hotel-hotel yang dikelolanya.

"Bagi saya, SDM is number one [SDM nomor satu]. Saya tidak perlu orang asing untuk bekerja di perusahaan ini. Melainkan orang lokal yang pernah bekerja dengan orang asing, yang punya standar tinggi seperti merekalah [orang asing] yang saya inginkan, supaya standar itu terbawa di hotel lokal yang akan dikelola ini," kata Renny.

Dalam perjalanannya, mengusung halal concept yang belum banyak diaplikasikan perhotelan Indonesia menjadi tantangan lain bagi Renny. Pasalnya, pola pikir masyarakat tentang konsep hotel syariah kala itu, masih sangat konvensional.

Tamu yang menginap harus menunjukkan surat nikah hingga berbagai aturan seolah membuat hotel syariah sulit untuk diterima masyarakat. Renny tak patah semangat dalam mencoba menyajikam pelayanan yang lebih dinamis dan modern, tetapi masih berada di koridor konsep hotel halal.

Bergaya Modern

Dari sisi interior hotel, sistem pelayanan hingga penyajian menu makanan konsep itu tetap berkolaborasi apik dengan modernitas. Konsep baru yang diperkenalkan ini, tak disangka menjadi daya tarik tamu yang menginap di hotel-hotel yang dikelola Pesonna Indonesia Jaya.

"Tak selalu tamu muslim saja yang menginap. Ternyata yang nonmuslim, sampai tamu mancanegara juga tak segan untuk menginap," kata Renny.

Sebagai hotel yang bernaung di bawah perusahaan hospitality lokal dan milik BUMN, tak dipungkiri kompetisi dengan international chain hotel akan terus mengiringi. Salah satunya tampak pada dua hotel di Jogja, Hotel Pesonna Malioboro dan Hotel Pesonna Tugu.

Kedua hotel ini berada di kawasan destinasi unggul Jogja atau berada di ring satu. Di mana lokasi ini dikenal sebagai kawasan yang cukup padat hotel dan penginapan. Kendati demikian, Renny selalu menekankan kepada karyawan dan stafnya agat tak gentar menghadapi persaingan.

"Value, pelayanan dan personal touch yang baik merupakan hal yang harus diutamakan. Saya juga selalu minta feedback dari tamu-tamu seperti direksi dari instansi manapun untuk memberikan penilaian dari pelayanan hotel kami. Saya butuh feedback yang ekstrem, supaya kami dapat terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik untuk tamu,” kata Renny.

 

Ad Tokopedia