Advertisement

Pengembang Menanti Insentif Kredit Lahan & Konstruksi

Anitana Widya Puspa
Kamis, 09 Agustus 2018 - 15:30 WIB
Mediani Dyah Natalia
Pengembang Menanti Insentif Kredit Lahan & Konstruksi Ilustrasi perumahan berskema FLPP (Rachman/JIBI - Bisnis)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pengembang rumah subsidi menilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) lebih baik memberikan insentif kredit pengadaan lahan atau bunga khusus bagi kredit konstruksi perumahan subsidi.

Sekjen Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) Daniel Djumali mengatakan dua hal itu akan bermanfaat langsung untuk masyarakat MBR. Daniel menyebut memang saat ini Kementerian PUPR melalui PPDPP tengah merumuskan skema kredit konstruksi untuk pengembang subsidi, tetapi jangka waktunya terbatas maksimal sembilan bulan. Satu tahun dikurangi masa pembangunan rumah subsidi tiga bulan.

Advertisement

"Itu masih kurang effektif, karema belum lagi waktu untuk urus perizinan dan penyertifikatan-nya," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) Rabu (8/8/2018).

Bahkan aturan yang tengah digagas dan dirumuskan bersama PPDPP itu aturan resminya juga belum memiliki juklak. Daniel pun menyimpulkan belum ada kredit konstruksi bagi pengembang rumah MBR yang diberikan dengan tenor di atas dua tahun dan dengan bunga khusus.

"Sehingga lebih baik jika OJK dan Bank Indonesia memberikan bunga khusus untuk kredit konstruksi bagi pengembang rumah subsidi bagi MBR, untuk membantu percepatan pembangunan perumahan subsidi," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KRL Solo-Jogja 16 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru

Jadwal KRL Solo-Jogja 16 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru

Jogja
| Kamis, 16 April 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement