KUR Wisata Bermanfaat tetapi ...

KUR Wisata Bermanfaat tetapi ...Warga dan wisatawan berebut beragam sesaiji yang terdapat pada gunungan dalam upacara tradisi Garebeg Sawaltahun Dal 1951 di halaman Masjid Gedhe Kauman, Keraton Ngayogyakarta, Jogja, Jumat (15/062/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 September 2018 12:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kredit usaha rakyat (KUR) pariwisata yang digadang-gadang mampu mendongkrak pengembangan wisata di Indonesia dianggap masih kurang sosialisasi. Belum banyak pelaku wisata yang tahu dan paham akan skema KUR yang mulai berlaku pada Agustus lalu ini.

Pengelola Wisata Jip Pantai Depok Dardi Nugroho mengaku hingga kini tak tahu menahu soal KUR khusus untuk pelaku usaha pariwisata tersebut. Sehingga ia belum berpikir untuk mengajukan kredit. Sementara ini, usaha yang dijalaninya masih menggunakan modal dari kocek sendiri. Ia bersama pengelola lainnya mengeluarkan biaya untuk menjalankan bisnis dengan 22 jip itu.

"Karena modalnya terbatas ya belum bisa dikembangkan jadi besar. Hanya jalan sebisanya dulu. Belum bisa promosi atau meningkatkan layanan untuk wisatawan," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (11/9).

Meskipun ia mengaku hingga kini modal mandiri masih mencukupi, Dardi berharap pihak perbankan segera melakukan sosialisasi tentang KUR pariwisata ini kepada para pelaku wisata terutama yang mikro dan kecil. Sehingga dengan adanya kredit tersebut mereka bisa mengembangkan skala bisnisnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY Udhi Sudiyanto. Menurutnya masih banyak pelaku wisata yang skalanya menengah dan kecil, termasuk pengusaha tour travel. Sehingga kendala terkait permodalan sangat dirasakan oleh mereka. Jika suatu perusahaan tour and travel mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak, 100 pack misalnya, mereka terkadang kesulitan menerima pesanan tersebut. Pasalnya mereka harus menyiapkan budget untuk urusan booking akomodasi dan menyediakan transportasi dalam jumlah yang tidak sedikit.

"Padahal jika menggunakan seluruh dana dari pemesan, maka mereka tidak punya cadangan untuk operasional. Akhirnya enggak berani ambil partai besar, usahanya juga susah berkembang," imbuhnya.

KUR pariwisata merupakan skema pinjaman yang diberikan untuk kegiatan usaha produktif guna mendorong pariwisata di sepuluh Bali Baru dan 88 kawasan strategis nasional. Kredit bersubdisi ini akan diimplementasikan dengan bunga 7%. Segmen penyalurannya dibagi menjadi KUR mikro dan KUR kecil. Untuk segmen mikro plafonnya maksimal Rp25 juta per debitur, sedangkan KUR kecil antara Rp25 juta–Rp500 juta.

Pada skema kredit ini, subsidi bunga yang ditanggung pemerintah untuk segmen mikro sebesar 10,5% tanpa ada pewajiban agunan tambahan maupun perikatan. Untuk KUR kecil, subsidi bunganya 5,5% dengan agunan yang ditentukan. Terdapat 13 bidang usaha di sektor pariwisata yang akan dibiayai melalui program kredit usaha rakyat.

Di antaranya usaha agen perjalanan wisata, sanggar seni, pentas seni, serta penyelenggara meeting, insentive, convention and exhibition (MICE). Selain itu, pelaku usaha akomodasi, penyedia makanan dan minuman di kawasan wisata, hingga usaha jasa info pariwisata juga bisa mengakses KUR. Bidang usaha lain yang difasilitasi yakni tempat pelayanan pariwisata seperti taman tematik, museum, konsultan wisata, dan pemandu wisata. Tak hanya itu, usaha tirta atau usaha olahraga air, jasa transportasi pariwisata, industri kerajinan dan pusat oleh-oleh juga diakomodasi.