Rute Trans Jogja 2026 Terbaru, Lengkap dengan Tarif Murah
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dan terintegrasi. Cek daftar jalur terbaru serta tarif lengkap yang tetap murah dan ramah kantong.
Seorang pengunjung sedang memilih koleksi Gerai Hawa di Griya Muslim Annisa, Sabtu (2/5/2015). Jogja memiliki pangsa pasar fashion muslim. Sayangnya, hanya saja pemain busana ini di Jogja masih sedikit.(JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)
Info belanja, selebritis, Teuku Wisnu membuka Gerai Hawa untuk busana muslim di Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA- Pesatnya perkembangan islamic fashion mendorong merek baru masuk ke Jogja. Produk-produk pakaian syar'i tersebut menyasar kelas menengah di Kota Gudeg ini.
Owner Brand Gerai Hawa Teuku Wisnu mengatakan, Hawa mengusung konsep busana muslim yang simple, berdasarkan syariah namun tetap elegant. Produk yang dihasilkan seperti koko, gamis dan khirmar, katanya, tidak hanya didesain secara modern tetapi dapat digunakan untuk semua usia. Baik remaja, anak muda maupun dewasa.
"Busana muslim untuk wanita, terdiri dari gamis modern dan khimar terulur hingga menutup dada yang sesuai ketentuan syar'i. Sementara untuk busana pria kami tawarkan baju koko," kata Teuku Wisnu usah membuka Gerai Hawa di Griya Muslim Annisa, jalan Urip Sumoharjo, Jogja, Sabtu (2/5/2015).
Wisnu menjelaskan Jogja merupakan kota ketiga yang menjadi market Hawa. Sebelumnya, ia membuka gerai di Balikpapan dan Batam. Sementara, ia fokus menggarap tiga kota sebagai basis marketnya sebelum membuka gerai di kota lain. Menurutnya, pangsa pasar fashion muslim di Jogja cukup besar. Hanya saja, model dan karakteristik Jogja dengan Balikpapan dan Batam berbeda.
"Kalau Balikpapan nggak suka warna-warna gelap. Di sini warnanya bisa dikombinasikan. Kami targetkan penjualan sebanyak-banyaknya," kata Wisnu.
Ia mengatakan dalam sebulan setidaknya ada enam model baru yang ditawarkan kepada konsumen. Desain pakaian yang ditawarkan merupakan karya istrinya, Shireen Sungkar.
"Sasaran konsumen kami menengah atas. Namun, untuk menengah ke bawah masih bisa mengakses karena harganya juga terjangkau," ujarnya.
Sementara, Creative and Merchandising Director Margaria Alfita Ratna Hapsari menjelaskan, koleksi Hawa hadir di Griya Muslim Annisa karena memiliki kesamaan misi yang sama. Produk yang dihasilkan, katanya, mampu menjawab kebutuhan fashion muslim Jogja yang menginginkan busana muslim syar'i dan elegant.
"Kami ingin berbisnis sambil berdakwa, menciptakan produk berkualitas, bercita rasa tinffi dan inovatif," tukasnya.
Menurut Manager Griya Muslim Annisa Praptini, di Jogja pangsa pasar fashion muslim sangat besar. Sayangnya, lanjut dia, para pemainnya sangat jarang muncul.
"Kehadiran Gerai Hawa di Annisa, diharapkan terus menjadi butik busana muslim yang mengerti kebutuhan trend fashion Islami saat ini. Kami ingin terus aktif dan dinamis di Jogja," harap Atin, sapaan akrabnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dan terintegrasi. Cek daftar jalur terbaru serta tarif lengkap yang tetap murah dan ramah kantong.
Uban prematur bisa diperlambat dengan gaya hidup sehat, mulai dari nutrisi, stres, hingga kebiasaan harian.
Rekomendasi laptop Rp3–5 juta 2026 dengan SSD dan RAM 8GB yang masih layak untuk kerja dan kuliah.
Skema pajak JHT BPJS Ketenagakerjaan berbeda tergantung saldo, pencairan, dan NPWP peserta.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Carlo Ancelotti memimpin daftar pelatih termahal Piala Dunia 2026 dengan gaji Rp194 miliar, Scaloni justru di luar lima besar