6.030 Ton Daging Ayam Cukup hingga Akhir Juni

6.030 Ton Daging Ayam Cukup hingga Akhir JuniIlustrasi daging ayam. - JIBI
10 Juni 2018 07:17 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Harga daging ayam potong memasuki Lebaran terpantau masih tinggi. Kendati demikian, ketersediaan pasokan daging ayam potong yang mencapai 6.030 ton untuk DIY dinilai cukup hingga akhir Juni.

"Stoknya [daging ayam potong] per hari ini ada 6.030 ton, sangat cukup karena kebutuhannya untuk DIY ini sekitar 5.800 ton. Jadi masih ada sisa 230 ton sampai akhir Juni," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Arofa Noor Indriani di Gedung Biro Umum, Kepatihan, Kamis (7/6).

Arofa memastikan ketersediaan pasokan daging ayam potong selama Lebaran ini akan cukup. Terlebih perusahaan penyuplai daging ayam potong memiliki kapasitas produksi yang besar, yakni dapat menyuplai hingga 5.000 ton daging ayam potong setiap harinya.

Lebih lanjut Arofa mengatakan untuk wilayah DIY konsumsi daging ayam potong terus mengalami peningkatan. Peningkatan konsumsi daging ayam potong untuk rumah tangga bisa mencapai 21%.

"Sedangkan yang nonrumah tangga, seperti kebutuhan hotel, rumah makan atau usaha kuliner, kenaikannya bisa dua kali lipatnya. Apalagi usaha kuliner, libur panjang ini akan banyak wisatawan yang datang, maka konsumsinya akan meningkat," kata Arofa.

Terkait mahalnya daging ayam potong saat ini, Arofa memaparkan ada sejumlah komponen. Komponen seperti harga pakan, vitamin dan lain sebagainya, mengalami kenaikan yang mengakibatkan harga daging ayam di pasaran meningkat. Selain itu, faktor momentum atau kebutuhan yang meningkat.

"Pada saat Ramadan ini tidak hanya karena permintaan rumah tangga saja yang naik. Banyaknya hajatan selama puasa, juga turut mendorong kenaikan permintaan," imbuh Arofa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Tri Saktiyana menambahkan kenaikan harga daging ayam cukup sulit untuk turun. Beberapa indikator, terkait pakan hingga tingginya permintaan, menjadi faktor yang memengaruhi harga komoditas ini. Kendati demikian, pihaknya hanya dapat mendorong dan memastikan ketersediaan pasokan dan distribusi dari komoditas daging ayam potong hingga ke tangan konsumen.

"Karena pada dasarnya, kenaikan harga komoditas ini disebabkan oleh beragam aspek, antara lain aspek yang bersifat psikologis sesaat," ujarnya.