Advertisement
BRI Siap Gelontorkan Kredit untuk PLN
Ilustrasi jaringan PLN - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan siap membiayai sebagian kebutuhan dana PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang pada semester kedua tahun ini diproyeksi mencapai sekitar US$2,5 miliar. Rencana penyaluran kredit untuk PLN, bank pelat merah tersebut mengusulkan skema penyaluran kredit dengan tenor antara lima-tujuh tahun, dengan bunga mengambang.
Direktur Corporate Banking BRI Kuswiyoto mengatakan saat ini negosiasi perihal tenor dan pricing pinjaman tengah didiskusikan bersama pihak PLN.
Advertisement
“Rate-nya floating, karena dia menggunakan time deposit plus-plus, nah plus-plusnya ini yang masih kita negosiasi, harapannya semua bank dapat rate yang sama. Harapannya ya setinggi mungkin, kalau PLN kan berharap serendah mungkin, akhirnya mungkin sekitar deposito plus 3, mungkin sekitar itu lah. Untuk tenor biasanya lima-tujuh tahunan, tetapi harus dilihat dulu pembangun capital expenditure-nya,” ujarnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (10/6/2018).
Lebih lanjut, Kuswiyoto mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan pembiayaan kepada PLN sesuai dengan pipeline pembiayaan BRI. Meski begitu dia belum bisa menyebutkan berapa penawaran pembiayaan yang telah diajukan.
BACA JUGA
“Kami sudah ada pipeline untuk pinjaman kepada PLN tetapi bentuknya rupiah. Untuk angka persisnya berapa pinjamannya belum ada, tetapi kami sudah siapkan plafonnya,” katanya
Dia menyatakan, besaran nilai pembiayaan akan menyesuaikan dengan batas maksimum pemberian kredit (BMPK) BRI. “BMPK kami kan terbatas, sudah penuh banget, jadi nanti kami mengikuti BMPK, pokoknya kami mentokin sampai BMPK, all out lah untuk mendukung PLN,” katanya.
Sebagaimana diketahui, PLN menyatakan sedang mencari sumber pinjaman perbankan senilai US$2,5 miliar pada semester II/2018 untuk mendanai sejumlah proyek elektrifikasi di Pulau Sumatra dan Sulawesi. Sumber dana tersebut diharapkan diperoleh dari pinjaman perbankan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Ribuan Penderita Hipertensi Gunungkidul Belum Rutin Berobat
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Senin 23 Februari Naik Rp16.000 per Gram
- Uang Beredar M2 Januari 2026 Tembus Rp10.117,8 Triliun
- APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun
- Menkeu Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan
- Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Masih Sulit Tercapai
- Tarif Trump Dibatalkan, Pemerintah AS Tegaskan Perjanjian Dagang Tetap
- MUI Ingatkan Risiko Jika Produk AS Dikecualikan dari Label Halal
Advertisement
Advertisement







