Pemkot Solo Dorong BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pemberdayaan Peserta dan Ahli Waris
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY, Moch Triyono (enam dari kanan) bersamaan pemangku kebijakan di DIY usai sosialisasi Anugerah Paritrana, Kamis (15/11/2018) di Grand Inna Malioboro Hotel./Ist-BPJS Ketenagakerjaan
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berupaya meraih Anugerah Paritrana yang digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) tahun ini. Tekad tersebut dilakukan karena selama ini banyak kebijakan Pemda DIY yang memberikan perlindungan bagi para tenaga kerja.
Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY Moch Triyono menjelaskan penghargaan ini diberikan kepada pemerintah provinsi terbaik, pemerintah kabupaten atau kota terbaik, perusahaan besar terbaik, serta perusahaan menengah terbaik maupun usaha kecil mikro (UKM) terbaik yang telah mengimplementasikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerjanya.
"Tahun lalu Provinsi Jateng yang terpilih menjadi juara dalam anugerah ini. Kami berharap DIY akan ikut mencoba meraih gelar juara di tahun ini, mengingat Jogja punya potensi yang sangat besar untuk meraih anugrah ini," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (16/11/2018).
Penghargaan ini diharapkan semakin melengkapi keistimewaan Jogja dari sisi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hanya saja, DIY memiliki tantangan besar jika ingin meraih anugerah tersebut. Dia menyontohkan, PT. Djarum dan beberapa perusaahan besar lain di Jateng akan menjadi kompetitor yang tidak mudah dilewati.
"Tidak hanya Jateng, setiap provinsi juga bersiap dengan baik untuk mendapatkan anugerah tersebut," katanya.
Meski begitu, lanjut Triyono, DIY tentu juga memiliki potensi besar dalam berbagai bidang untuk bisa meraih penghargaan ini. Sebut saja perusahaan PT Sarihusada Generasi Mahardika yang memiliki karyawan dengan jumlah yang cukup besar.
"Tinggal dukungan dari perangkat daerah serta stakeholder ketenagakerjaan lainnya, agar DIY bisa menggondol hadiah ini," jelasnya.
Adapun Sekretaris Daerah DIY, Gatot Saptadi mengatakan Anugerah Paritrana yang digagas oleh BPJS Ketenagakerjaan tidak mudah diraih. Akan tetapi, katanya, jika dukungan dan kerjasama dari semua pihak dilakukan, bukan tidak mungkin hal itu bisa diraih.
"Kalau semuanya bergerak, dan aturan dilaksanakan lebih optimal tentu penghargaan [Anugerah Paritrana] ini bisa diraih," katanya
Meski begitu, Gatot berharap upaya yang dilakukan itu jangan semata-mata hanya ingin mengejar penghargaan tetapi yang jauh lebih penting dunia ketenagakerjaan di DIY kondusif dan perlindungan tenaga kerja semakin lebih baik. Seluruh pihak, kata Gatot, mulai dari pemerintahan hingga pelaku usaha perlu terus didorong untuk lebih peduli terkait masalah ketenagakerjaan.
"Ini yang terpenting harus dilakukan," kata Gatot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.