Dalam Sehari Cabai Rawit Merah Naik Rp13.000, Jadi Berapa?

Dalam Sehari Cabai Rawit Merah Naik Rp13.000, Jadi Berapa?Pedagang cabai di Pasar Argosari, Gunungkidul, Senin (23/4/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
21 Desember 2018 10:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Harga cabai rawit merah melonjak lebih dari 30% di sejumlah pasar di Kota Jogja. Menjelang libur panjang Natal, harga komoditas ini naik sebesar Rp13.000 per kilogram.

"Kenaikan baru terjadi hari ini [Kamis], rerata di pasaran harga cabai rawit, dari sebelumnya Rp27.333 menjadi Rp40.333 per kilogram," ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati ditemui di Kepatihan, Jogja, Kamis (20/12).

Yuna mengungkapkan dinas akan terus memantau agar harga komoditas tersebut tetap terjaga dan lonjakan tidak terus terjadi. Kenaikan harga komoditas cabai rawit merah yang dinilai melebihi batas toleransi tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Bahkan tidak hanya cabai rawit merah, komoditas cabai merah besar juga mengalami kenaikan Rp4.000 per kilogram, dari Rp31.000 menjadi Rp35.000.

Faktor kenaikan cabai rawit tidak saja persoalan cuaca. Pasalnya, kata Yuna, tingginya permintaan di tingkat konsumen dan masyarakat membuat harga melonjak. Sementara pasokan juga dinilai cukup terbatas. "Sudah mau masuk liburan panjang Natal, banyak wisatawan yang datang. Jadi permintaan cabai rawit merah, baik untuk usaha kuliner maupun perhotelan kian meningkat," ungkap Yuna.

Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko menambahkan kenaikan harga cabai rawit merah, salah satunya disebabkan berkurangnya tanaman tersebut di tingkat petani. Memasuki musim penghujan, tanaman hortikultura, seperti cabai, biasanya akan digantikan oleh tanaman padi.

Hal itu mengingat lahan pertanian akan cenderung lebih banyak tergenang air, sehingga apabila tanaman hortikultura dipertahankan justru akan cepat rusak atau membusuk. Banyak lahan pertanian yang sebelumnya ditanami cabai, beralih ke tanaman padi yang cenderung lebih banyak membutuhkan banyak air, sehingga membuat produksi komoditas cabai berkurang.

"Masih ada yang menanam, tetapi memang di daerah yang cenderung lahan pasir. Karena tanaman ini tidak memerlukan banyak air," ungkap Sasongko.

Untuk memaksimalkan pasokan yang ada, upaya mendatangkan cabai rawit merah dari daerah lain dinilai menjadi solusi mengatasi hal tersebut. Sementara itu, Sasongko mengungkapkan pasokan padi di awal 2019 meningkat, seiring dengan panen yang akan terjadi pada akhir Januari 2019.

Selain harga cabai rawit merah yang mengalami kenaikan, beberapa komoditas pokok juga menunjukkan peningkatan harga yang cukup signifikan. Antara lain daging ayam broiler, daging ayam kampung, telur ayam negeri, cabai merah keriting, bawang putih jenis kating dan beberapa jenis beras.

Harga Bahan Pokok

1. Beras IR 1 : Rp10.200

2. Beras IR 64 : Rp10.167

3. Beras Cap C4 : Rp10.433

4. Gula Pasir : Rp10.833

5. Minyak Goreng (kemasan) : Rp12.667

6. Daging Sapi Has Luar : Rp120.000

7. Daging Sapi Has Dalam : Rp121.667

8. Daging Ayam Broiler : Rp34.667

9. Daging Ayam Kampung : Rp75.000

10. Telur Ayam Negeri : Rp25.000

11. Cabai Merah Besar : Rp35.000

12. Cabai Merah Keriting : Rp23.000

13. Cabai Rawit Hijau : Rp24.000

14. Cabai rawit Merah : Rp40.333

15. Bawang Merah : Rp22.667

16. Bawang Putih (kating) : Rp23.000

17. Bawang Putih (sinco) : Rp18.667

Sumber : Pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan dan Pasar Demangan, 20 Desember 2018