Berpotensi Besar, Bekraf Gelar Pelatihan Manajemen Komisi Film

Berpotensi Besar, Bekraf Gelar Pelatihan Manajemen Komisi FilmDirektur Hubungan Antarlembaga Luar Negeri Bekraf K Candra Negara membuka Pelatihan Manajemen Komisi Film bersama Ile de France Film Commission di ballroom Hotel Tentram, Jumat (22/3)./ Ist - Bekraf
24 Maret 2019 21:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Institut Francais Indonesia (IFI) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Komisi Film di Hotel Tentrem, Jogja pada Jumat-Minggu (22-24/3). 

Direktur Hubungan Antarlembaga Luar Negeri Bekraf K Candra Negara mengungkapkan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang telah dilakukan Bekraf dengan National Centre for Cinema and The Moving Image (CNC) Prancis pada 2017 silam. CNC atau Pusat Perfilman dan Animasi Perancis ini merupakan agensi Kementerian Kebudayaan Prancis yang bertanggung jawab atas produksi dan promosi sinematik serta seni audiovisual.

“Selain sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang telah dilakukan Bekraf dan CNC Prancis, kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai manajemen komisi film serta sharing ilmu dari perwakilan CNC dan Ile de France Film Commission ke pengurus KFD di Indonesia,” ungkap dia dalam rilisnya, Jumat (22/3).

Sebanyak 24 peserta hadir dalam pelatihan tersebut yang berasal dari perwakilan Komisi Film Daerah (KFD), yakni Bandung, Bojonegoro, Banyuwangi, DIY, Siak, Banda Aceh, Singkawang, dan Jayapura. Acara tersebut juga dihadiri perwakilan Baliwood, Lake Toba, dan Palembang. Selain itu, alumni Komunitas Film Bergerak (Konfig) 2018 juga menjadi peserta.

Acara yang digelar selama tiga hari ini, menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya, Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi), Fauzan Zidni; Kepala Pusbang Film Kemendikbud, Maman Wijaya; Wakil Direktur Komisi Film Ile De France Paris, Stephane Martinet; dan Direktur Jenderal Ile De France Tingkok, Xing You.

Selama tiga hari, peserta akan mendapat materi capacity building mengenai standar operating procedure (SOP) cara mengelola komisi film termasuk manajemen, komunikasi, pemasaran, promosi, dan pengembangan bisnis.

Film menjadi salah satu program prioritas. Hal ini karena subsector film, animasi, dan video memiliki pertumbuhan tertinggi kedua, yakni 10,09% pada 2016. Apalagi saat ini jumlah penonton film nasional juga terus meningkat menjadi lebih dari 50 juta orang pada 2018. Pertumbuhan tersebut didukung bertambahnya jumlah layar bioskop dari 900 layar pada 2015 menjadi 1.800 pada 2018.

Sementara itu, Prancis dipilih menjadi rekan dalam upaya pengembangan film Tanah Air karena terkenal sebagai negara yang memproduksi film dengan karya seni tinggi dan memiliki pengelolaan komisi film lokal yang sangat baik. Selain itu, banyak film terkenal dunia yang mengambil lokasi syuting di Prancis.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan mengoptimalkan kinerja seluruh peserta sehingga dapat berkontribusi di bidang ekonomi kreatif subsektor perfilman,” imbuhnya.