Kendalikan Harga, Bulog Gelontor Bawang Putih

Kendalikan Harga, Bulog Gelontor Bawang PutihPembeli memilih bawang putih dalam bazar murah yang digelar Disperindag DIY, Jumat (12/4)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
10 Mei 2019 05:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Ramadan 1440 H/ 2019 terjadi gejolak harga bawang putih khusunya jenis kating. Bahan pangan ini dijual di pasaran pernah mencapai angka Rp60.000 per kilogram (kg). Untuk menekan dan mengendalikan harga bawang putih, Perum Bulog Divre DIY menggelontorkan pasokan bawang putih jenis kating ke pasaran.

Kepala Perum Bulog Divre DIY Rini Andrida menyampaikan minggu ini Bulog telah menyiapkan ketersediaan bawang putih yang siap didistribusikan. Bawang putih yang didistribusukan merupakan jenis kating. "Menurut informasi pasar jenis inilah yang banyak di sukai masyarakat. Semoga dengan adanya penyebaran bawang putih ini harga akan berangsur normal," ujar dia, Kamis (9/5).

Rini mengatajan bawang putih ini akan didistribusikan ke seluruh wilayah kerja Perum Bulog Divre DIY hingga ke gudang-gudang. Saluran pemasaran untuk wilayah DIY, masyarakat dapat memperolehnya di gerai Segoro Amarto yang terdapat di pasar pantauan BPS antara lain Pasar Beringharjo, Kranggan, dan Demangan.

Sementara, masyarakat di wilayah lainnya dapat memperolehnya di Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di wilayah DIY. Harga jual bawang putih tersebut di tingkat RPK Rp42.000 per kg. RPK diimbau untuk menjual di bawah harga pasar agar dapat benar-benar diserap konsumen langsung.

Rini mengimbau kepada seluruh masyarakat DIY dan sekitarnya untuk tidak khawatir akan ketersediaan stok bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan jelang Lebaran nanti karena semuanya telah disiapkan baik jumlah maupun ketersediannya. Pada tahap awal distribusi sekitar dua ton bawang putih telah disalurkan. Bulog akan terus menyalurkan bawang putih hingga harga bisa ditekan.

“Yang jelas masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan bawang putih, Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY serta instansi terkait lainnya termasuk Tim TPID telah bersinergi untuk meredam adanya gejolak harga ini,” jelas dia.

 

Penambahan Komoditas

Rini memaparkan menambahkan komoditas Bulog lainnya juga sangat aman dari sisi stok dan distribusi untuk menghadapi Ramadan, jelang Lebaran dan usai Lebaran. Komoditas lain seperti gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan daging beku juga telah disiapkan guna merespons permintaan masyarakat yang bisa saja sewaktu-waktu mengalami kenaikan.

Di wilayah kerja Bulog Divre DIY stok gula pasir kurang lebih dari 4.000 ton. Stok ini merupakan stok yang masih ada di gudang dan belum terhitung yang sudah berada di seluruh RPK-RPK yang setiap harinya melakukan penjualan  ke masyarakat. Begitu pula dengan komoditas lainnya seperti daging yang disiapkan Perum BULOG Divre DIY untuk melayani kebutuhan jelang ramadan dan Idulfitri kurang lebih 10 ton.

Kepala Bidang Pergadangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto mengungkapkan berdasarkan hasil pantauan pasar harga rata-rata bawang putih kating telah mengalami penurunan. Adapun harga rata-rata per Kamis (9/5) sebesar Rp52.000 per kg. "Hal ini menunjukkan penurunan Rp2.667 per kg dari harga sebelumnya yakni Rp54.667 per kg. Untuk bawang putih sinco juga sudah turun dari Rp46.333 per kg menjad Rp44.333 per kg," jelas dia.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan selama ramadan dan Lebaran kebutuhan masyarakat pasti meningkat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak belanja berlebihan, tetapi sesuai kebutuhan saja. "Untuk inflasi diperkirakan akan ada kenaikan, tetapi kami harapkan tidak besar," jelas dia.