Arab Saudi Disebut Akan Investasi Besar-besaran di Indonesia

Arab Saudi Disebut Akan Investasi Besar-besaran di Indonesia Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaita. JIBI/Bisnis - Wisnu Wage
02 Juli 2019 19:07 WIB David Eka Issetiabudi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Keran investasi investor Arab Saudi di Tanah Air mulai terbuka menyusul suksesnya kerja sama Pertamina dan Saudi Aramco.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan Putra Raja Salman yakni Mohammed bin Salman berkomitmen berinvetasi besar-besaran ke Indonesia.

Mohammed bin Salman juga mengaku akan mengunjungi Indonesia dalam tahun ini, seperti yang disampaikan di sela pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan putra mahkota Kerajaan Arab Saudi dalam KTT G20 di Osaka, Jepang.

"Mohammed bin Salman katanya juga akan masuk besar-besaran [berinvetasi] ke Indonesia. Dia akan datang, pas menunggu finalisasi Aramco masuk, lagi finalisasi evaluasi aset," katanya, Selasa (2/7/2019).

Luhut memprediksi jika penghitungan valuasi aset Kilang Cilacap disepakati, maka investasi Aramco di dalam proyek proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) ini diperkirakan mencapai US$7 miliar.

Hingga kini, kepastian investasi perusahaan perusahaan terbesar di dunia versi Lembaga pemeringkat internasional Fitch dan Moody's di Cilacap belum menemui titik terang.

Akhir pekan lalu, Jokowi menggelar pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) di sela pertemuan G20, di Osaka, Jepang. Ada dua isu besar yang dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya adalah kerja sama antara Pertamina dengan Aramco.

Mundur dua bulan sebelumnya, saat melawat ke Arab Saudi, Jokowi menerima kunjungan kehormatan Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Kerajaan Arab Saudi Khalid Al-Fatih untuk menindaklanjuti kerja sama kedua perusahaan.

Adapun perkembangan pembahasan kerja sama Aramco dan Pertamina masih seputar penghitungan valuasi aset Kilang Cilacap. Saat ini, kedua pihak akan kembali memilih konsultan keuangan untuk menghitung aset kilang tersebut.

Sumber : Bisnis.com