Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Petugas kebersihan membersihkan ruang tunggu Yogyakarta International Airport, Kulonprogo, Rabu (02/05/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku wisata beri masukan pada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk pemaksimalan manfaat Yogyakarta International Airport (YIA) saat pemindahan seluruh penerbangan pada Maret 2020 ini.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan industri menyambut positif rencana pemindahan penerbangan ini. Perubahan menurutnya harus segera dilakukan. Mulai dari kemacetan lalu lintas udara, untuk meminimalkan delay serta memperbanyak penerbangan wide body masuk YIA.
“Harapannya, pemerintah konsisten dalam membina, mendampingi, mengawasi serta memberikan punishment [bila ada pelanggaran] untuk semua unsur industri pariwisata serta hospitality industry mencakup destinasi, travel agent, accomodation, transportasi, guide, perajin, pengelola parkir, dan sebagainya,” ucap Bobby, Sabtu (11/1).
Sesuai Target
Selain itu, pemerintah juga diharapkan mempermudah investor untuk berinvestasi sekaligus menegakkan aturan yang ada. Selanjutnya, Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) DIY harus berjalan sesuai target sekaligus memastikan semua kabupaten dan kota mendukung RIPPDA DIY. “Komunikasi antar pentahelix community, mulai dari goverment, industry, community, media dan akademisi harus intensif dan selalu responsif terhadap perubahan pariwisata dunia. Itu saja kalau bisa dilakukan sudah sangat bagus impact-nya,” katanya.
Ketua Perhimpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Deddy Pranowo Eryono mengatakan kesiapan hotel dan resto untuk di DIY terutama di Bantul, Sleman, Kota telah siap. Namun, untuk di Kulonprogo hotel bintang belum ada.
“Namun jarak Kulonprogo dengan kota Jogja dan Sleman, Bantul masih dipandang tidak jauh. Kami berharap lahan Angkasa Pura yang ada di dalam [bandara] dan tidak yang menganggu akses penerbangan, bisa di kerjasamakan untuk hotel. Terutama untuk kru pesawat baik pilot, pramugari, dan lain sebagainya, serta tamu yang transit,” katanya.
Selain itu, kata dia, penyempurnaan untuk YIA saat ini masih banyak, terutama fasilitas pendukung serta sarana prasarana lain; akses hingga transportasi menuju bandara dari dan ke kota.
“Harapan kami YIA ini bisa betul-betul menjadikan salah satu cara menambah wisatawan mancanegara (wisman) berkujung ke Jogja. Karena itu penerbangan langsung dari dan ke beberapa negara betul-betul bisa direalisasikan selain yang sudah ada Malaysia, Singapura. YIA juga bisa dijadikan transit pesawat beberapa negara yang bisa mengambil dan menurunkan penumpang untuk beberapa negara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026. Tarif Rp80.000, rute strategis, tanpa transit, solusi transportasi praktis.
Resep lempah iga sapi khas Bangka Belitung, olahan daging kurban segar, gurih, dan anti enek untuk Iduladha.