Acara Pernikahan Turut Terdampak Corona

Acara Pernikahan Turut Terdampak CoronaIlustrasi pernikahan - Reuters
22 Maret 2020 21:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku usaha di bidang wedding organizer (WO) di DIY, mengakui turut terdampak secara tidak langsung dengan adanya virus Corona. Sejumlah klien memilih menunda acaranya. 

Owner Kapulaga Planner & Organizer sekaligus Ketua Ikatan Pengusaha Pesta Tradisional Yogyakarta (Ikappesty), Stanlus Julian mengatakan WO, katering dan bisnis pernikahan terdampak dengan adanya virus Corona. “Pada 21 dan 22 Maret semua event postpone atau ditunda setelah Lebaran. Rekan-rekan dalam Paguyuban Ikappesty pun melaporkanbanyak event yang ditunda bahkan batal,” ucap Stanlus, Minggu (22/3).

Hal itu, kata dia, termasuk juga di tempatnya akhir Maret hingga memasuki April banyak yang menunda. Padahal biasanya menjelang masuk puasa bisnis pernikahan akan melonjak. Namun yang terjadi sekarang pengaruh Corona, bisnis pernikahan dipastikan akan vakum.

“Sebenarnya standar WO di Jogja pun sudah menerapkan sistem kesehatan preventif seperti penggunaan hand sanitizer, gun thermometer untuk pengecekan suhu dan imbauan untuk tidak bersalaman,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah dapat mengeluarkan surat edaran resmi mengenai tindakan yang diambil seperti lockdown atau isolasi atau pembatasan aktivitas. “Yang jelas dan resmi tentunya sehingga kekhawatiran klien dan masyarakat dalam menghadapi virus Corona bisa diredam dan dapat mengambil keputusan apakah menunda atau melanjutkan event,” ujarnya.

Owner Royal Kinanthi Décor, Puspa mengatakan usahanya juga turut terdampak, meski tidak signifikan. “Ada yang rencana di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, tetapi karena venue UGM sendiri ada pembatasan, sehingga harus ditunda,” ucapnya.

Meski begitu sejumlah acara tetap berlangsung. Peningkatan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan pun dilakukan. Mulai dari penyemprotan disinfektan untuk properti, serta berbagai standar untuk menjaga kesehatan lainnya dilakukan. Pihaknya berharap masalah virus Corona ini segera terselesaikan, sehingga orang yang akan melangsungkan pernikahan pun dapat berjalan lancar.

Owner Hiyannur Souvenir, Nur Hidayah mengatakan untuk dampak Corona terhadap pemesanan suvenir belum terasa karena saat ini pihaknya masih mengerjakan pesanan dari bulan lalu dan awal bulan ini. Namun pada pekan ini ada penurunan pemesanan.

“Untuk pekan-pekan ini memang ada dampak order yang menurun terutama di marketplace. Namun, untuk yang sudah pesan, kami belum menerima konfirmasi pengunduran atau bahka pembatalan,” ucapnya.  

Acara Ditunda

Marketing Communications Manager Royal Ambarrukmo, Khairul Anwar atau kerap disapa Awang mengatakan pameran pernikahan Asmaradana yang rencananya dilanjutkan di Plaza Ambarrukmo pada Jumat (17/4)–Minggu (19/4) terpaksa harus mundur, melihat kondisi yang ada sekarang. “Asmaradana kemungkinan besar terkena imbas. Insyaallah akan kami adakan Juni,” ucapnya.

Menurut dia, Royal Ambarrukmo yang menjadi lokasi pernikahan pun terpaksa harus diundur karena permintaan dari keluarga. Meski, kata dia, pihaknya sudah berusaha mencegah sebaik mungkin seperti thermal check, penyediaan hand sanitizer di banyak lokasi publik hotel dan menjaga higenitas lokasi.

Marketing Communication The Atrium Hotel and Resort, Restu Ema Nuraini mengatakan untuk kegiatan social occation yang berbentuk wedding, birthday party dan sebaginya ada yang sudah pesan, namun mengingat Corona, banyak kegiatan yang sudah diagendakan harus diundur. “Untuk akhir Maret wedding dan birthday party sudah ada tiga event yang ditunda,” ucap Restu.

Restu mengatakan meski begitu, jika ada tamu yang masih ingin mengadakan kegiatan, The Atrium Hotel and Resort menerapkan standar untuk menjaga kesehatan dengan penerapan social distancing penerapan jaga jarak, pembersihan public area setiap pagi dan sore,  untuk tamu yang datang atau in house disiapkan juga herbal drink untuk menjaga stamina.

Selain WO dan perhotelan, pemandu wisata juga merasakan efek dari virus Covid-19 ini. "Dampak virus Corona total tidak ada tour, karena semua tour batal dan tempat-tempat wisata juga tutup," kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY, Imam Widodo, Minggu (22/3).

Pihaknya hanya bisa berharap agar virus Corona ini segera hilang, sehingga aktivitas pariwisata dapat berjalan seperti biasa. Ia juga mengatakan berusaha mengikuti protokoler dari pemerintah terkait dengan kasus ini.

Sebagai pekerja freelance pihaknya sulit untuk menghitung taksiran kerugian. "[Kondisi seperti] dulu waktu SARS, Bom Bali dan Gempa. Tetapi ini lebih buruk, karena yang kita hadapi tidak terlihat," ujarnya.