54 Penerbangan Dipindah ke Bandara Internasional Yogyakarta

54 Penerbangan Dipindah ke Bandara Internasional YogyakartaBandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo. - Ist/ Dok PT Angkasa Pura I (Persero)
24 Maret 2020 10:32 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebanyak 54 penerbangan akan dipindah ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo menyusul pengoperasian secara penuh (full operation) bandara tersebut mulai 29 Maret 2020.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi menyebutkan penerbangan yang akan dipindahkan yaitu sebanyak 54 penerbangan yang terdiri dari 48 jadwal penerbangan domestik (24 jadwal keberangkatan dan 24 jadwal kedatangan) dan 6 jadwal penerbangan internasional rute Malaysia dan Singapura.

“YIA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan Pemerintah Republik Indonesia kepada Angkasa Pura I untuk mengatasi permasalahan lack of capacity yang terjadi di Bandara Adisutjipto. Kepindahan seluruh penerbangan dari Bandara Adisutjipto di tengah situasi seperti saat ini juga merupakan solusi untuk mengurangi risiko penularan Virus Corona/Covid-19 di tengah padatnya penumpang dan sempitnya ruang untuk menerapkan konsep social distancing dengan maksimal di Bandara Adisutjipto,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Beroperasinya YIA secara penuh akan membuat operasional YIA bertambah menjadi 24 jam dari yang sebelumnya hanya beroperasi 12 jam dari pukul 06.00 - 18.00 WIB. Sementara, jam operasi Bandara Adisutjipto Yogyakarta akan berubah dari sebelumnya pukul 05.00 - 21.00 WIB, menjadi pukul 05.00 - 18.00 WIB.

 YIA nantinya juga didukung aksesibilitas multimoda seperti jalan tol dan kereta bandara yang akan terhubung langsung dengan bandara. Saat ini, YIA didukung moda transportasi umum seperti Damri, SatelQu, taksi bandara, taksi online, dan kereta dari stasiun terdekat Stasiun Wojo yang dapat ditempuh 10 menit dari bandara. Pilihan moda transportasi ini akan semakin memudahkan para penumpang pengguna jasa bandara.

 “Dengan beroperasinya YIA secara penuh, ke depannya, kami sangat yakin akan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian, pariwisata dan logistik di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kulonprogo hingga daerah Jawa Tengah,” tambah Faik.