Dirut Krakatau Steel Lepas Seluruh Saham Miliknya

Dirut Krakatau Steel Lepas Seluruh Saham MiliknyaDirektur Utama PT Pertamina Gas Wiko Migantoro (kanan) dan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Silmy Karim menandatangani kontrak kerja sama pengadaan hot rolled coil (HRC) proyek pipa minyak Blok Rokan, Riau. - Istimewa
22 Juni 2020 15:37 WIB M. Nurhadi Pratomo Ekbis Share :

Harianjogja.com,JAKARTA— Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk. Silmy Karim angkat bicara soal penjualan seluruh saham yang dimilikinya di perseroan.

Lewat keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Silmy melaporkan dirinya menjual saham emiten berkode saham KRAS itu sebanyak 5,40 juta lembar saham atau setara 0,028 persen. Jumlah itu setara dengan seluruh kepemilikannya di produsen baja badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

Adapun, harga penjualan per saham berbeda-beda, yakni Rp278, Rp280, Rp282, dan Rp284 pada 11 Juni 2020. Status kepemilikan saham adalah langsung.

Saat dimintai konfirmasi, Silmy menjelaskan bahwa saham sebagai instrumen yang likuid. Menurutnya, tidak mudah untuk menjual aset investasi lainnya di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Lima Pejabat Krakatau Steel Diperiksa

“Berhubung ada keperluan maka saya jual saham saja,” jelasnya kepada JIBI/Bisnis, Senin (22/6/2020).

Silmy mengungkapkan tidak hanya melepas kepemilikan sahamnya di KRAS. Artinya, pria yang pernah menjabat sejumlah posisi direktur utama di badan usaha milik negara itu juga menjual portofolio sahamnya di emiten lain.

“Tetapi yang dilaporkan ke OJK hanya yang langsung berhubungan. Kalau saham lain saya sebagai investor saja,” imbuhnya.

Kendati demikian, Silmy menegaskan akan berbelanja lagi saham KRAS. Menurutnya, produsen baja itu masih memiliki prospek yang baik.

“KRAS ke depan cukup baik sejalan dengan rencana-rencana perseroan,” paparnya.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham KRAS tengah berada dalam tren positif dalam sebulan terakhir dengan menguat 66,48 persen. Harga saham parkir di level Rp298 pada penutupan perdagangan, Jumat (19/6/2020).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia