Prospektif! Banyak Kuliner Rumahan yang Dimulai Saat WFH Beromzet Puluhan Ratusan Juta Rupiah

Prospektif! Banyak Kuliner Rumahan yang Dimulai Saat WFH Beromzet Puluhan Ratusan Juta RupiahKuliner dengan bahan baku ayam tidak pernah mati. Konsumsi ayam goreng hingga geprek menjadi favorit di Indonesia - JIBI/Bisnis.com/Novita Sari Simamora
01 Agustus 2020 21:27 WIB Dewi Andriani Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tak sedikit masyarakat yang selama pembatasan sosial akibat pandemi virus Corona (Covid-19) mengisi waktu sekaligus menyalurkan hobi memasaknya dengan menjalankan bisnis kuliner.

Biasanya, mereka yang menjalankan bisnis kuliner rumahan ini menerapkan sistem preorder, artinya produk baru akan dibuat setelah ada pesanan dari pelanggan. Meski hanya rumahan, tetapi bisnis tersebut ternyata tak bisa dipandang sebelah mata.

Bisma Adi Putra, F&B Consultant yang menangani lebih dari 160 outlet kuliner menemukan fakta bahwa tak sedikit pelaku usaha kuliner skala rumahan yang bisnisnya baru berjalan sekitar tiga hingga lima bulan terakhir ini, mampu membukukan omzet yang cukup fantastis.

“Ternyata, banyak di antara pelaku usaha kuliner rumahan tersebut yang bisa mendapatkan omzet hingga puluhan juta bahkan ada yang menembus 100 jutaan per bulan,” ujarnya.

Hal tersebut tidak lepas dari berbagai inovasi dan strategi marketing yang dijalankan oleh pelaku usaha kuliner tersebut. Inovasi pun tak hanya terbatas pada cita rasa saja tetapi juga packaging, proses marketing, hingga pelayanan yang diberikan.

Beberapa orang akhirnya fokus dan meneruskan bisnis tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang ketika pemerintah mulai melonggarkan PSBB dan para pekerja kembali bekerja, mereka keteteran dengan bisnis yang dijalankan sehingga terpaksa menghentikan usahanya.

“Sebetulnya dari segi kesempatan atau landskap bisnis ini masih seru dan prospektif, tapi ya balik lagi ini akan menjadi seleksi alam,” tuturnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia