Advertisement
Mengapa Tak Ada Diskon Tiket Pesawat di tengah Pandemi? Ini Penjelasan Lion Air
Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih berlangsung namun aktivitas masyarakat sudah mulai menggeliat. Masyarakat sudah mulai bisa bepergian.
Lion Air Group hingga kini belum berencana memberikan diskon tiket pesawat selama masa pandemi Covid-19, tetapi analisis tetap dilakukan jika faktor tersebut dapat meningkatkan layanan dan minat bepergian sesuai permintaan pasar.
Advertisement
Baca juga: 100 Desa Dikembangkan untuk Berinovasi Teknologi
Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang M. Prihantoro menilai tarif tiket yang diberikan atau ditawarkan kepada penumpang masih terjangkau. Terlebih, tarif maskapai juga masih sesuai dengan aturan dari regulator yakni tidak melebihi ketentuan tarif batas atas dan tidak melebihi tarif batas bawah.
Menurutnya, Lion Air Group telah meningkatkan minat bepergian dengan pesawat udara dengan mengakomodir kebutuhan sebagaimana persyaratan perjalanan udara dan menyediakan layanan rapid test dengan harga yang sudah terjangkau, yakni Rp95.000.
“Hal terpenting adalah mengembalikan kepercayaan penumpang untuk terbang, dengan melakukan kampanye keselamatan penerbangan. Tarif tiket supaya transparan bisa dicek pada website dan agen, sebagai referensi sesuai rute yang dilayani. Bisa juga sebagai pembanding dengan yang lain,” jelasnya, Senin (10/8/2020).
Baca juga: Kontestan Pilkada 2020 Libatkan Anak Penghuni Istana, Ini Respons Menpan RB
Namun analisis sejumlah aspek tetap dilakukan sebagai upaya meningkatkan layanan dan minat bepergian. Salah satunya dengan disesuaikan dengan permintaan pasar.
Sebelumnya, Batik Air, anggota dari Lion Air Group, memastikan proses sterilisasi dan kebersihan pesawat yang dioperasikan tetap terjaga untuk menekan penularan virus Covid-19 dan menjaga pemulihan industri penerbangan.
Danang mengatakan pesawat yang dioperasikan adalah jenis Airbus 320-200, Airbus 320-200NEO, Boeing 737-800NG dan Boeing 737-900ER. Jenis pesawat tersebut termasuk kategori generasi modern yang memiliki sistem penyaringan udara kabin dan partikel yang kuat, yakni dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter.
"Kami menerapkan tingkat kebersihan pesawat udara melalui peningkatan kegiatan kebersihan pesawat udara secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning [AEIC] yang dilaksanakan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic [BAT] dan sejumlah bandara," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini: Waspada Hujan Sedang Kota Jogja-Sleman
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Rencana WFH Seminggu Sekali Dinilai Belum Efektif Hemat BBM
- Update Harga Emas Hari Ini, Antam Naik, UBS dan Galeri24 Turun
- BI DIY: Inflasi Maret Berpotensi Naik Dipicu Permintaan Jelang Lebaran
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Advertisement







