Mengapa Tak Ada Diskon Tiket Pesawat di tengah Pandemi? Ini Penjelasan Lion Air

Mengapa Tak Ada Diskon Tiket Pesawat di tengah Pandemi? Ini Penjelasan Lion AirPesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
11 Agustus 2020 06:27 WIB Anitana Widya Puspa Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih berlangsung namun aktivitas masyarakat sudah mulai menggeliat. Masyarakat sudah mulai bisa bepergian.

Lion Air Group hingga kini belum berencana memberikan diskon tiket pesawat selama masa pandemi Covid-19, tetapi analisis tetap dilakukan jika faktor tersebut dapat meningkatkan layanan dan minat bepergian sesuai permintaan pasar.

Baca juga: 100 Desa Dikembangkan untuk Berinovasi Teknologi

Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang M. Prihantoro menilai tarif tiket yang diberikan atau ditawarkan kepada penumpang masih terjangkau. Terlebih, tarif maskapai juga masih sesuai dengan aturan dari regulator yakni tidak melebihi ketentuan tarif batas atas dan tidak melebihi tarif batas bawah.

Menurutnya, Lion Air Group telah meningkatkan minat bepergian dengan pesawat udara dengan mengakomodir kebutuhan sebagaimana persyaratan perjalanan udara dan menyediakan layanan rapid test dengan harga yang sudah terjangkau, yakni Rp95.000.

“Hal terpenting adalah mengembalikan kepercayaan penumpang untuk terbang, dengan melakukan kampanye keselamatan penerbangan. Tarif tiket supaya transparan bisa dicek pada website dan agen, sebagai referensi sesuai rute yang dilayani. Bisa juga sebagai pembanding dengan yang lain,” jelasnya, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Kontestan Pilkada 2020 Libatkan Anak Penghuni Istana, Ini Respons Menpan RB

Namun analisis sejumlah aspek tetap dilakukan sebagai upaya meningkatkan layanan dan minat bepergian. Salah satunya dengan disesuaikan dengan permintaan pasar.

Sebelumnya, Batik Air, anggota dari Lion Air Group, memastikan proses sterilisasi dan kebersihan pesawat yang dioperasikan tetap terjaga untuk menekan penularan virus Covid-19 dan menjaga pemulihan industri penerbangan.

Danang mengatakan pesawat yang dioperasikan adalah jenis Airbus 320-200, Airbus 320-200NEO, Boeing 737-800NG dan Boeing 737-900ER. Jenis pesawat tersebut termasuk kategori generasi modern yang memiliki sistem penyaringan udara kabin dan partikel yang kuat, yakni dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter.

"Kami menerapkan tingkat kebersihan pesawat udara melalui peningkatan kegiatan kebersihan pesawat udara secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning [AEIC] yang dilaksanakan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic [BAT] dan sejumlah bandara," ujarnya.

Sumber : Bisnis.com