Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah Lewat Skema PRO
KLH akan mewajibkan produsen membiayai pengelolaan sampah melalui skema PRO sebagai penguatan tanggung jawab produsen atas kemasan.
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA – Impor Indonesia pada tahun ini diperkirakan bisa tumbuh lebih tinggi dari 2 persen. Tetapi, tingginya pertumbuhan impor tersebut dinilai tak perlu dikhawatirkan selama didominasi oleh bahan baku dan penolong demi menggenjot produktivitas industri dalam negeri.
Kementerian Perdagangan menyebutkan ekspor pada 2021 setidaknya harus tumbuh 5 persen dan pertumbuhan impor tidak lebih dari 2 persen jika Indonesia ingin mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen. Sementara itu, investasi harus tumbuh lebih dari 15 persen dan konsumsi domestik tumbuh 5 persen.
“Saya kira selama impor didorong untuk bahan baku dan barang pendukung produksi tidak masalah, selama tidak didominasi oleh kenaikan barang konsumsi dan bahan baku bisa diolah untuk produk bernilai tambah ke negara tujuan ekspor,” kata ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Mohammad Faisal saat dihubungi, Minggu (11/4/2021).
Karena itu, Faisal mengatakan strategi menjemput bola yang digulirkan oleh pemerintah belum lama ini ke negara-negara mitra dagang utama perlu diimbangi dengan kalkulasi yang tepat. Pemerintah harus memastikan kenaikan ekspor yang dibidik tetap lebih tinggi dari kenaikan impor yang berpotensi terjadi.
“Contohnya dengan Amerika Serikat selama pandemi impor barang konsumsi, terutama yang pertanian mengalami kenaikan. Ini bisa merugikan bagi sektor pertanian [dalam negeri],” lanjutnya.
Sepanjang 2020, impor barang konsumsi tercatat turun 10,9 persen dari US$16,45 miliar pada 2019 menjadi US$14,66 miliar. Sementara impor untuk bahan baku dan penolong mengalami koreksi terdalam yakni 18,3 persen dan impor barang modal terkontraksi 16,7 persen dibandingkan dengan 2019.
Dia pun memberi catatan soal fenomena supercycle yang mengerek harga berbagai komoditas akibat naiknya permintaan dan berpeluang membawa keuntungan bagi Indonesia. Faisal mengatakan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kondisi yang sifatnya sementara tersebut.
“Keuntungan dari periode supercycle bukanlah sesuatu yang sustainable. Jangan terlena dan agenda transformasi ekspor harus berlanjut. Berkaca pada Vietnam dan negara Asia Timur lainnya, memang perlu tahap dari yang awalnya mengandalkan produk komoditas ke produk manufaktur,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 1 Oktober 2026 melayani lima tujuan dengan tarif Rp80.000. Simak jam keberangkatan bus dari bandara.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 1 November 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.