Gerakkan Ekonomi, Kadin Usulkan Insentif bagi Pelaku Industri Pariwisata dan Ekraf

Gerakkan Ekonomi, Kadin Usulkan Insentif bagi Pelaku Industri Pariwisata dan EkrafWakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid di sela kegiatan buka bersama para pengurus Kadin se DIY di Hotel Royal Ambarukmo, Minggu (18/4/2021). - Ist/dok
19 April 2021 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk membangkitkan ekonomi selama pandemi Covid-19, butuh banyak pejuang kalangan usaha, mikro, kecil, dan menengah. Semakin banyak pengusaha mikro, kecil, menengah yang muncul maka akan semakin banyak membuka lapangan kerja. Hal ini memungkinkan percepatan pemulihan ekonomi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid mendorong perekonomian di daerah dan nasional dengan mengajak pengurus Kadin Pusat dan Kadin Daerah (sampai kabupaten/kota) untuk berkolaborasi. Kolaborasi tersebut bertujuan mencari solusi dan menjawab tantangan untuk menumbuhkan perekonomian di daerah dan nasional.

"Tantangan ekonomi di setiap daerah berbeda-beda sehingga penanganannya antara satu daerah tidak sama. Karena itu, ke depan pengurus Kadin pusat dan daerah harus berjalan beriringan. Termasuk juga menggandeng asosiasi lain sehingga peran Kadin bisa dirasakan masyaakat di daerah lebih besar lagi," kata Arsjad di sela kegiatan buka bersama para pengurus Kadin se DIY di Hotel Royal Ambarukmo, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Menkes Akhirnya Angkat Bicara soal Kontroversi Vaksin Nusantara

Roda perekonomian saat ini, kata Arsjad masih terus berupaya bangkit di tengah masih tingginya potensi penularan Covid-19. Langkah pemerintah dengan mengurus masalah kesehatan lebih dulu sangat tepat sehingga sektor perekonomian bisa bangkit.

"Program vaksinasi pemerintah saat ini menjadi harapan besar khususnya kalangan dunia usaha untuk menciptakan rasa aman. Dengan adanya rasa aman itu maka aktivitas ekonomi akan berjalan dan perekonomian bisa pulih," ujarnya.

Akan tetapi, katanya, meskipun vaksinasi terus dilakukan dunia usaha diam begitu saja. Dunia usaha juga harus melakukan persiapan untuk membangkitkan pemulihan ekonomi itu. Khusus di Jogja yang perekonomiannya didominasi sektor pariwisata dan usaha kecil menengah, Arsjad meminta agar inovasi dan kreativitas pelaku usaha bisa ditingkatkan. Dia pun mengusulkan agar pelaku industri pariwisata di DIY juga mendapatkan insentif sebagai dampak pandemi.

Baca juga: Menaker Ida Fauziyah Minta Karyawan Swasta Tak Mudik Lebaran

"Pariwisata tak bisa dilepaskan dari ekonomi kreatif, maka industri wisata Jogja yang kini terdampak harus mulai menggarap kreativitas untuk membangkitkan lagi ekonominya. Misalnya di kawasan tempat ibadah bisa dibangun warung inovasi untuk menggerakkan perekonomian UMKM," ujarnya calon Ketua Umum Kadin Pusat tersebut.

Melalui upaya ini, Arsjad yakin perekonomian DIY dan daerah lain yang selama ini terpukul pandemi dapat segera bangkit dan mampu menciptakan pengusaha baru baik sekala mikro, keci dan menengah. Kadin juga terus berupaya membuka akses permodalan bagi pengusaha agar semakin berkembang.

"Semua pihak agar saling membantu untuk mendorong penambahan jumlah pengusaha di Indonesia agar bisa membuat lapangan pekerjaan yang lebih besar. Dengan membuat lapangan kerja lebih besar, maka dapat mengurangi kemiskinan,” ujar Arsjad.

Ketua Dewan Formatur Kadin DIY Mirwan Syamsudin Syukur mendukung penuh pencalonan diri Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum Kadin karena tidak meninggalkan Kadin di daerah dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, langkah ini dapat menumbuhkan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan Kadin daerah agar menggerakkan potensi ekonomi di daerah.

Kadin sebagai organisasi besar yang menaungi seluruh organisasi-organisasi pengusaha harus turut memberikan kontribusi dan memikirkan kepentingan masyarakat dengan bersinergi membantu tugas-tugas pemerintah.

"Demikian juga di daerah, karena Kadin itu menaungi semua organisasi pengusaha bahkan dia harus memikirkan juga kepentingan rakyat seperti tugas-tugas yang dipikirkan pemerintah," sambungnya.