Program Ulir Siaga Jadi Andalan TPID DIY

Program Ulir Siaga Jadi Andalan TPID DIYTim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, saat melakukan pantauan harga di agen gas di Tawarsari, Wonosari, Senin (4/6/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
30 Agustus 2021 10:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Terobosan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY ULIR SIAGA dinilai membuat TPID DIY berhasil menyabet penghargaan TPID Provinsi Terbaik untuk Jawa-Bali 2020.

Prestasi DIY meraih TPID Award 2020 ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Capaian ini merupakan pengukuhan dari kinerja perekonomian DIY yang mampu terus tumbuh di tengah pandemi, dengan tingkat inflasi yang rendah dan stabil.

Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Miyono mengatakan pada umumnya dalam pengendalian inflasi, penanganannya masih sering bersifat konvensional dan cenderung bersifat symptomatic action.

BACA JUGA : Selamat! Tim Pengendali Inflasi DIY Terbaik se-Jawa dan Bali

“Untuk itu TPID DIY sejak 2020 telah menginisiasi upaya pengendalian inflasi secara menyeluruh melalui program Pengendalian Hulu Hilir Inflasi Terjaga [ULIR SIAGA]. Inovasi ini merupakan penanganan gejolak harga dengan metode preventif, melalui optimalisasi tata niaga/rantai pasok yang terstruktur serta terintegrasi dari hulu sampai hilir,” kata Miyono, melalui siaran pers, Kamis (26/8/2021).

Dari sisi hulu, penguatan produksi pangan terus diperkuat melalui penggunaan bibit unggul, penataan kalender tanam, hingga pemanfaatan teknologi pertanian terkini. Upaya perbaikan produksi ini secara efektif mampu meningkatkan produktivitas pertanian, di tengah keterbatasan lahan. Melalui upaya ini, menurut data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, produksi padi mengalami peningkatan dari 810.980 GKP /ton pada 2019 menjadi 848.140 GKP/ton pada 2020, dan komoditas Jagung mengalami peningkatan produksi dari 369.147 ton pada 2019 menjadi 369.147 ton pada 2020.

Dari sisi hilir, dilakukan inovasi perluasan akses konsumsi melalui penggunaan teknologi digital. Pembatasan aktivitas selama pandemi telah diantisipasi dengan mendorong integrasi UMKM dengan transportasi online maupun e-commerce. Dengan terhubung ke platform digital, konsumen tetap bisa berbelanja kebutuhan harian dari rumah.

BACA JUGA : Jelang Idulfitri, Ketersediaan Bahan Pokok DIY Aman

“Selain itu akses di tingkat produsen juga diperluas melalui pembentukan pasar lelang digital diPanen.id. Pasar lelang komoditas secara digital ini secara efektif mampu mengurangi informasi asimetris dan memperluas jangkauan penjualan. Implikasinya ketika masa panen raya, komoditas yang dijual melalui pasar lelang diPanen.id memiliki harga yang lebih baik dibandingkan pasar lelang lainnya,” ucap Miyono.

Di tengah pandemi, mayoritas provinsi di Indonesia mengalami penurunan ekonomi, sehingga daya beli menurun yang berimplikasi terhadap inflasi yang rendah. Untuk itu TPID DIY turut berperan mendorong konsumsi melalui subsidi ongkos kirim produk UMKM maupun bazar produk pangan.

Kedepan, sesuai arahan dari Presiden RI bahwa TPID DIY harus berkontribusi tidak hanya menjaga stabilitas inflasi namun juga turut berperan dalam mendorong ekonomi. Di tengah pandemi ini, aspek ekonomi tidak akan terlepas dari aspek kesehatan.

“Kami meyakini vaksinasi merupakan game changer untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kami mengapresiasi stakeholder terkait sehingga progres vaksinasi di DIY menjadi salah satu yang tercepat di Indonesia. Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membantu keluarga ataupun tetangga yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai vaksinasi,” ujar Miyono.

Dengan capaian ini, menjadi penyemangat TPID DIY untuk bekerja lebih keras guna mendorong kegiatan ekonomi dan menjaga stabilitas inflasi. Berdasarkan perkembangan terkini, kami meyakini ekonomi DIY 2021 akan tumbuh lebih baik dibanding 2020, yakni pada kisaran 4,5-5,3%, dengan tingkat inflasi yang masih sejalan dengan sasaran yang ditetapkan 3±1% (yoy).