Advertisement
Sempat Merugi, Pria Ini Kini Sukses lewat Bisnis Clothing Karakter Hewan
Owner CRSL, M. Hidayat Rifai. - Istimewa/Dok. Pribadi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Mengalami kerugian saat berbisnis event organizer tak membuat Mohamad Hidayat Rifai lempar handuk. Meski sempat terpuruk, momen itu justru membuatnya berhasrat merintis bisnis clothing yang hingga kini digandrungi banyak kalangan. Bahkan, lewat brand CRSL itu, dia ingin terus melebarkan sayap bisnisnya.
Kerugian saat menjalankan bisnis event organizer pada 2013 lalu membuatnya menanggung utang sebesar Rp80 juta. Meski tak sendiri, melainkan ditanggung bersama panitia lainnya, tetapi utang itu membuat Dayat ketar-ketir.
Advertisement
Pasalnya, sebagai mahasiswa, kala itu uang sakunya tak banyak. Dia pun cari cara supaya bisa mengumpulkan uang untuk melunasi hutang itu.
BACA JUGA: Ikut Ramaikan KRJ, Ini yang Dilakukan Burz@ Hotel Yoyakarta
Berbekal keahliannya dalam mendesain, dia pun membuka jasa freelance. Beberapa kali, Dayat juga mengikuti lomba mendesain. Meski sempat jatuh di bisnis event organizer, tetapi dia tak kapok di bidang tersebut. Dia masih juga mencoba peruntungannya untuk menghimpun pundi-pundi rupiah.
"Kebetulan, waktu itu bintang tamu di acara yang aku pegang itu JKT48. Lalu ada fan yang ngasih topi dengan karakter hewan buat idolnya. Aku lihat ini peluang menarik, karena di Indonesia belum ada, kebanyakan kan impor," ujar Dayat, sapaan akrab Mohamad Hidayat Rifai, kepada Harianjoga.com, Rabu (13/4/2022).
Di samping itu, dia juga terinspirasi dari personel Pee Wee Gaskins yang seringkali mengenakan topi panda ketika pentas di atas panggung. Basis penggemar grup band itu di tiap kota yang cukup besar membuatnya terpikir untuk mengambilnya sebagai peluang usaha.
"Akhirnya aku cari dropship topi karakter hewan itu. Karena aku bisa desain, foto-foto produk itu kuolah lagi biar orang-orang lebih kepengin beli. Terus aku jualnya di Kaskus, karena pada 2014 itu belum jamannya marketplace kayak sekarang," ucap dia.
Sejak awal, dia yang berbisnis dengan partnernya, Mira Annisa memilih nama CRSL sebagai nama toko. CRSL, kata dia, sebenarnya singkatan dari carousel (korsel) atau yang dalam bahasa Indonesia berarti komedi putar.
Filosofinya, kata Dayat, dengan menggunakan korsel, dia berharap bisnisnya bisa terus berputar dan berhasil hingga untung.

Karakter Hewan
Tak puas dengan sistem dropship, Dayat kemudian mengembangkan bisnisnya dengan brand apparel pada 2017. Ciri khasnya yaitu pada kelima karakter binatang yang selalu ada dalam produk CRSL.
Mereka adalah Popo si panda, Choco si beruang, Chilo si kucing, Odin si dinosaurus, dan Pigko si babi. Kelimanya menghiasi produk kaos, jaket, topi, celana, sepatu, tas, hingga helm dan phone case. Kekhasan karakter itu kemudian ia patenkan agar bisa dikembangkan untuk produk-produk CRSL ke depannya.
Kini CRSL menempati sebuah toko di Jalan Flamboyan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Selain itu, Dayat pun terus mengoptimalkan penjualan via lokapasar. Terlebih, ketika pandemi melanda sejak 2020 lalu, penjualan CRSL justru didominasi secara daring.
Sebagai brand apparel, produk CRSL memiliki kisaran harga mulai dari Rp59.000 hingga Rp330.000. Adapun target yang disasar oleh Dayat yaitu kalangan anak muda.
NFT
Meski sudah kuat sebagai produk fesyen, Dayat tak ingin membatasi CRSL hanya pada medium tertentu. Lantaran karakter kelima binatang yang menjadi ikon CRSL sudah teramat kuat, dia pun coba mengembangkan bisnis ini ke medium yang lain.
Misalnya, dari konten media sosial, animasi, dan sebagainya. Sebab, kelima karakter ini sudah dikonsep sedemikian kuat, bahkan diberi sifat masing-masing, sehingga pengikut CRSL sudah teramat dekat dengan karakter hewan itu.
"Bahkan sebenarnya yang bikin nama kelima karakter hewan ini followers. Waktu itu kami coba lempar ke audiens biar mereka yang kasih nama, jadi ini memang pilihan audiens. Ini strategi promosi kami, sekaligus supaya audiens juga bangga bahwa aku lho yang namain Chilo, Popo, dan lain-lainnya," ucap dia.
Dayat mengaku punya impian merambah ke bisnis animasi dengan membawa kelima karakter hewan CRSL. Saat ini, animasi itu masih sebatas digunakan di konten media sosial.
Dayat berharap bisa memproduksi serial bahkan film dari kelima karakter itu. Dalam waktu dekat, ia juga ingin membuat NFT (non-fungible token) untuk desain karakter ala CRSL.
"Jadi sebenarnya kami itu fokusnya sebagai happy brand, intelektual properti kelima karakter hewan itu yang kami tonjolkan," kata Dayat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Separator Ring Road Utara Dibongkar untuk Ramp Tol Jogja-Solo
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026, UBS Rp3,099 Juta per Gram
- Harga Pangan Hari Ini Turun, Daging Sapi Rp137.867 per Kg
- Menaker Ingatkan Sanksi bagi Perusahaan yang Telat Bayar THR
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
Advertisement
Advertisement







